kaugulungkan sebatang cerutu
di petang yang jingga
aku membilang rindu
nafasmu meronta
tak ada burung lewat
tapi aroma tubuhmu mengepak
jari mungilmu menari-nari
melukis gairah
giliranku meronta
di tatap penghabisan
pertemuan tak bertanda
entah kenapa
tetap kemengenangmu
Paris, 16 April 2015
Untuk pemuatan karya sastra (Puisi, Cerpen, Esai, Kritik, Resensi, Peristiwa Budaya, dan tulisan sastra lainnya) silakan dikirim melalui surel:
redaksi.tirastimes@gmail.com