Bagai gelap malam
Menunggu sinar rembulan
Begitu juga aku
Menunggu kedatangan para jagoanku
Bagai kering tanah
Mengharap runtuhnya hujan
Begitu juga aku
Menunggu kabar kalian
Kuusap mata yang mulai basah
Tergenang rindu yang makin menenggelamkan
Kupeluk bayang kalian yang tertinggal
Pada bantal lapuk dan kasur usang
Mojokerto, 26 November 2025
Fitri Musya mulai suka menulis puisi sejak kecil. Puisi menjadi salah satu cara mencurahkan isi hatinya. Selain itu, dia pernah terjun ke dunia cernak dan juga cerpen.