Rindu yang Tak Tersurat: Puisi Susilawati

35

Sejak kau pergi, Mak,
waktu seperti kehilangan saunyo.
Subuh masih datang,
tetapi tak lagi dai langkahmu menjagokanku,
tak dai lagi air wudhu yang kau hangekkan di tungku.
Aku duduk sendii di serambi rumah,
memandang jalan yang dulu sering kau lalui,
membawa pulang sonyum,
membawa pulang doa yang tak ponah putuih.
Rindu ko, Mak…
menikam dai dalam,
bukan pado upu sematu,
tetapi pado toduhnyo tatapanmu,
pado sabarnyo nasihatmu,
pado lombuiknyo tanganmu yang selalu menutop luku.
Di setiap lantunan ayat yang kubacu,
dai saumu di sela-selanyo.
Kau ajakan aku mengeja huruf demi huruf,
hingga kini Al-Qur’an menjadi pelitu jalan,
dan aku tau, pahalu itu mengalir untukmu
di taman keabadian naun.
Mak…
andai rindu ko bisa belaya,
io akan menompuh samudra tak tebateh,
mencai demagu di mano engkau menunggu,
di negeri yang tak lagi mengenal aie matu.
Hanya doa yang dapek kukiem,
setiap sujudku adalah suek untukmu,
dan setiap tetes aie matu ko
adalah bungu yang kutanam di pusaramu.

Bagansiapiapi, 05/08/2025

Rindu yang Tak Tersurat

Tulisan Terkait

Sejak kau pergi, Mak,
waktu seperti kehilangan suaranya.
Subuh masih datang,
tetapi tak lagi ada langkahmu membangunkan,
tak lagi ada air wudhu yang kau hangatkan di tungku.
Aku duduk sendiri di serambi rumah,
memandang jalan yang dulu sering kau lalui,
membawa pulang senyum,
membawa pulang doa yang tak pernah putus.
Rindu ini, Mak…
menikam dari dalam,
bukan pada rupa semata,
tetapi pada teduhnya tatapanmu,
pada sabarnya nasihatmu,
pada lembutnya tanganmu yang selalu menutup luka.
Di setiap lantunan ayat yang kubaca,
ada suaramu di sela-selanya.
Kau ajarkan aku mengeja huruf demi huruf,
hingga kini Al-Qur’an menjadi pelita jalan,
dan aku tahu, pahala itu mengalir untukmu
di taman keabadian sana.
Mak…
andai rindu ini bisa berlayar,
ia akan menempuh samudra tak berbatas,
mencari dermaga di mana engkau menunggu,
di negeri yang tak lagi mengenal air mata.
Hanya doa yang dapat kukirim,
setiap sujudku adalah surat untukmu,
dan setiap tetes air mata ini
adalah bunga yang kutanam di pusaramu.

Bagansiapiapi, 05/08/2025

Susilawati, Guru SMP IT Khazanah Jl. Lintas Sungai Pinang Kepenghuluan Sungai Pinang Kecamatan Pujud Kabupaten Rokan Hilir

 

 

 

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan