Di balik pintu dapur
Tempat terbaik
Melihat kepul-kepul harapan
Yang ditanak bersama nasi
Melangit menembus takdir
Tatkala terbangun
Pikiranku setumpuk kabel
Kusut
Dalam warna warna hidup
Menahan kosong isi perut
Dalam semangkuk lapar dan haus
Segala pintu terbuka
Aku ketuk satu
Lembaran tadarus mulai terdengar dan kulihat namamu usang
Lama kutinggalkan
Puasa mengajariku arti prihatin
Mengetuk langit di sujud paling akhir
Gelegar rindu ampunan
Merongga hingga hanyut darah
Dalam purna berserah
Dingin, 16 Maret 2024
Umi Hanin. Lahir di Tangerang dan menetap di kota yang sama. Alumni UIN Syahid Jakarta ini pernah belajar di KMO Batch 52. Menulis sejak akhir tahun 2022. Kini aktif di Ruang Kata. IG: @umihanin