Senja yang Mencekam: Cerita Misteri Bambang Irawan

1,824

Sore ini cuaca seolah tak bersahabat dengan kehidupan sekitarnya. Gumpalan awan hitam telah menunaikan hutangnya untuk menjadikan butiran air yang turun dan membasahi bumi. Katak-katak bernyanyi riang menyambut pesta hujan yang terus-menerus dinantikan. Dedaunan pun turut melambai-lambai sambil bergoyang ria seolah menyambut suasana saat itu. Tepat pukul 16.00, bumi pun dibasahi dengan hujan yang sangat lebat. Tidak tanggung-tanggung, hujan yang lebat itu tak kunjung juga mau berhenti membelai bumi ini.
Langkahku pun terhalang untuk kembali ke rumah. Hujan yang kuharap cepat redup tapi tetap keasyikan bergelut bersama angin yang terus menari dari peraduannya. Akhirnya, kumanfaatkan saja waktu bersama siswa-siswaku di musala. Kebetulan saat hujan lebat tersebut, mereka asyik menghabiskan waktu di tempat yang suci itu. Waktu terasa cepat berlalu bersama mereka, bercanda gurau bersama, menceritakan segala keluh kesah di pondok pesantren, semua terlewati dengan begitu indah sembari lebatnya hujan membasahi pesantren kami.
Tak lama berselang, hujan pun reda meski rintik-rintiknya masih membekas dengan jelas. Namun, kuberanikan saja untuk menembus gerimis untuk cepat-cepat pulang. Ingin rasanya kulipat jalanan ini agar aku bisa lebih cepat sampai di rumah. Tak terasa juga, ternyata gerimis sore ini membasahkan seluruh pakaian dan tas tentenganku. Hal yang paling aku khawatirkan bukanlah kesehatanku karena kehujanan, tetapi laptopku. Aku sangat khawatir jika laptopku tersebut rusak.
“Ya Tuhan, semoga semuanya baik-baik saja.” doaku dalam hati sambil terus mengendarai sepeda motorku dalam rinainya hujan.
Dalam perjalanan pulang, aku mampir di sebuah toko ponsel yang juga menjual kartu paket internet. Kebetulan hari ini paket internetanku sudah habis. Ternyata toko ponselnya sudah tutup, padahal dari kejauhan toko tersebut terlihat jelas terbuka dan terang-benderang dengan kecerahan lampu yang berpijar-pijar.
“Ya ampun, ada apa ini Tuhan?” tanyaku dalam hati sambil menggenggam tangan dengan rasa ketakutan yang begitu mendalam.
Suasana semakin mencekam, kulihat jam di tangan kiriku sudah menunjukkan pukul 17.45. Belum terlalu senja tetapi cuaca yang ekstrem dan kurang bersahabat membuat suasana semakin gelap. Hatiku berdebar, jantungku terasa semakin berguncang, saat kudengar dengan begitu jelas suara seseorang berjalan menghampiriku. Namun, kulirik dengan begitu cepat di sekitarku tak ada seorang insan pun, bahkan di sekitar jalanan pun tak ada yang lalu lalang seperti biasa.
“Siapa itu?”
“Mengapa kau menakutiku seperti ini?”
“Apa yang kau inginkan?” kuberanikan diri untuk bertanya dengan nada tinggi.
Suara seseorang yang berjalan itu semakin jelas, begitu terasa mendekat dari diriku. Gesekan kaki berjalan di lantai teras terasa begitu jelas. Kutajamkan telingaku untuk mencari suara jejak kaki itu, tapi ternyata perasaanku semakin ketakutan. Tubuhku terus menggigil dan keringat dinginku terus bercucuran bercampur dengan pakaian yang sudah kebahasaan karena kehujanan.
“Ya Allah, lindungi aku.” pintaku dalam hati.
Kulangkahkan kakiku dengan cepat dan sigap menuju sepeda motorku sambil bibirku terus beristigfar. Langsung kunyalakan dan kugas dengan begitu kencang tanpa menoleh ke belakang lagi. Kekencangan kendaraanku sudah di luar batas standar dalam berkendaraan di kampung. Lalu aku tersadar, setelah sepeda motorku hampir menabrak tiang listrik.
“Astaughfirullah” itu yang terus kuucap sambil mengelus dadaku secara perlahan.
Tak lama kemudian, aku dihampiri oleh seorang kakek berjubah putih. Jika dilihat dari pakaiannya, kakek tersebut akan pergi ke masjid untuk menunaikan salat maghrib.
“Ada apa, nak?” sapa si kakek sambil tersenyum manis padaku.
“Aku hampir saja menabrak tiang listrik itu, Kek.” jawabku dengan napas yang tersenggal-senggal.
“Kakek lihat kamu kok pucat sekali, seperti orang ketakutan saja.” ungkap si kakek dengan nada penasaran.
“Iya, Kek. Tadi saya mengalami kejadian aneh di toko di simpang jalan itu.” jelasku dengan tergesa-gesa.
“Nak, tidakkah kamu tahu bahwa toko di simpang itu sudah lama tak berpenghuni. Tokonya sudah ditumbuhi semak belukar.” jelas si kakek dengan penuh keseriusan.
“Aku begitu jelas melihat toko itu terang-benderang dengan almpu yang menyala, Kek. Aku melihat jelas dengan mata kepalaku sendiri di toko itu menjual berbagai perlengkapan ponsel.” ungkapku dengan tergesa-gesa.
“Ah, semua itu hanya ilusi kamu saja, Nak.” jawab si kakek dengan penuh rasa ketidakpercayaan sambil berlalu meninggalkanku.
Setelah kakek itu menjauh, barulah kulihat banyak orang yang berlalu-lalang di jalan.
“Untung saja aku baik-baik saja dan bisa melewati masa menakutkan tadi.” ungkapku dalam hati.
Aku sangat heran dengan apa yang aku alami tadi. Entah ini nyata, entah ini hanya di luar alam sadarku, atau hanya ilusi semata. Namun, aku begitu jelas dengan semua yang kualami itu. Senja di kala itu, senja yang mencekam penuh dengan misteri yang tak bisa terungkap.

 

Bambang Irawan, lahir pada tanggal 13 Mei 1987 di Desa Kp. Panjang Kampar. Penulis merupakan alumni S1 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Riau di Pekanbaru (2009), Pendidikan Profesi di Universitas Muhammadiyah Malang (2019), dan S2 di Pascasarjana Universitas Bung Hatta (2020).

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan

87 Komentar
  1. John mengatakan

    Ih, serem!

    Tp sy pengen lbh serem lg, bro! 😆🤭🙏

  2. Ridho Hidayat mengatakan

    Sangat bagus pak

  3. Rohanda has ramadhan mengatakan

    Ceritanya bagus Dan tidak membosankan apalagi gua suka Horor wiih melanya abang ku,bikin lagi yang banyak pak saya suka sekali membacanya🤩

  4. Rohanda has ramadhan mengatakan

    Ceritanya bagus Dan tidak membosankan apalagi gua suka Horor wiih melanya abang ku,bikin lagi yang banyak pak saya suka sekali membanya🙂

  5. Azzahra Muharroma mengatakan

    Alur dan jalan cerita yg tidak membosankan sehingga membuat para pembaca nagih untuk membacanya

  6. Bambang Irawan mengatakan

    Semoga memberi manfaat untuk dunia literasi di Indonesia, khususnya Kampar.

  7. Bambang Irawan mengatakan

    Semoga memberi manfaat untuk dunia literasi

  8. Muhammad Afdhal azzikri mengatakan

    Ceritanya sangat bagus, di saat kita di keadaan apapun selalu ingat Allah,

  9. Fathur rahman mengatakan

    Mantap pak

  10. Riyan adri mengatakan

    Cerita nya menarik pengen baca lagi, dan cerita nya pun aku suka karena seram kali… Ada kah lagi cerita gini pak, siap baca terus…. selanjutnya pak…🙏😊

  11. Surianingsih mengatakan

    Maaf Saya tidak menyukai cerita horor .tapi ijinkan saya untuk memberikan tanggapan saya.Alur cerita nya bagus tapi tokoh yang menjadi cerita horor tadi tidak jelas apakah ada atau hanya ilusi saja.dan seperti cerpen ” pada umumnya pasti akhirnya bahagia sudah bisa di tebak oleh pembaca.

  12. Naufal Hariza mengatakan

    Horornya dapat pak, ceritanya juga menarik dan tidak membosankan ketika dibaca

  13. ALYA AULIA ZAHWA mengatakan

    Saya menyukai cerita yg bertemakan horor Menurut saya dari cerita tersebut dapat membuat si pembaca merasakan ketegangan dari tokoh yang mengalami kejadian aneh dan menakutkan yang membuat syok bagi pembaca. selain itu adanya elemen cuaca seperti hujan lebat dan gelap nya senja memberi kan suasana yg menakutkan.
    Cerita ini sangat saya rekomendasikan bagi pecinta horor karena didalam cerita tersebut diberikan pengalaman yang menakut kan dan sulit di lupakan bagi si pembaca .

  14. Najla sulthanah mengatakan

    Cerita horor yang bagus dan menarik untuk dibaca bagi yang suka hobi baca

  15. Wahyuni mengatakan

    Ceritanya sangat menarik dan membut penasaran,di tunggu cerita horor berikutnya pakk

  16. Alya Aulia Zahwa mengatakan

    Saya menyukai cerita yg bertemakan horor Menurut saya dari cerita tersebut dapat membuat si pembaca merasakan ketegangan dari tokoh yang mengalami kejadian aneh dan menakutkan yang membuat syok bagi pembaca. selain itu adanya elemen cuaca seperti hujan lebat dan gelap nya senja memberi kan suasana yg menakutkan.
    Cerita ini sangat saya rekomendasikan bagi pecinta horor karena didalam cerita tersebut diberikan pengalaman yang menakut kan dan sulit di lupakan bagi si pembaca

  17. Salshabilla diniati mengatakan

    Cerpennya menarik untuk dibaca pak,ditunggu cerpen berikutnya🙏

  18. Naufal Hariza mengatakan

    Horornya dapat pak, dan ceritanya juga menarik tidak membosankan ketika dibaca.

  19. Della Afriana Tasya mengatakan

    Ceritanya sangat menyeramkan jika di dalami tetapi cerita itu hanya ilusi semata

  20. Raesa aldania afendi mengatakan

    Wah,ceritanya nya bagus pak dan menarik pak dan pembaca juga ikut merinding ketika membacanya pak.next cerita horor selanjutnya bapak👍🏻

  21. Ahmad Mauluddin mengatakan

    Masyaallah ceritanya sungguh menyeramkan buat sipembaca

  22. MUHAMMAD ZAIM mengatakan

    Senja mengajarkan kita untuk merelakan dan menerima setiap perubahan dalam kehidupan.

  23. Dela nurhaizah mengatakan

    Menurut saya cerita ini sangat menarik, cerita ini menggambarkan suasana san perasaan tokoh yang sangat kuat, pokok nya ini sangat recommend bagi yang suka horor

  24. Sindi Permata mengatakan

    Cerita ini menunjukkan bahwa pengalaman yang kuali dan tidak nyaman dapat terjadi. And I feel it, when sipenulis berjalan di luar toko. Even, hampir tertabrak tiang listrik. Namun, pesan positifnya adalah bahwa meskipun kita tidak dapat menghindari situasi-situasi tersebut, sipenulis dapat menghadapi situasi tersebut dengan baik dan mendapatkan pengalaman yang menyenangkan.

  25. Mutiara mengatakan

    Sebagai pencinta horor,menurut saya cerita ini agak sedikit tidak asing,tapi ceritanya seru kok🤭

  26. Muhammad Taufiq mengatakan

    Bagus pak

  27. Lala Nanda Agustin mengatakan

    Menurut saya,cerita ini menggambarkan pengalaman yang intens dan penuh dengan ketegangan, penyampaian perasaan takut dan kebingungan tokokh berhasil ditransmisikan dengan baik, memungkinkan pembaca merasakan ketegangan yang sama.terutama saat tokoh utama mengalami kejadian misterius di toko ponsel.Penggambaran suasana dan perasaan tokoh sangat kuat, memberikan nuansa yang mendalam pada cerita. Terlepas dari apakah kejadian itu nyata atau hanya ilusi, keseluruhan cerita berhasil menghadirkan nuansa misteri dan ketegangan yang menarik untuk diikuti.
    Selain itu, penggunaan setting yang kuat,seperti hujan lebat dan suasana senja yang mencekam,membantu membangun suasana yang intens dan dramatis.interaksi tokoh utama dengan kakek berjubah putih juga menambahkan elemen misteri yang menarik,mengundang pembaca untuk berpikir lebih dalam tentang apa yang sebenarnya terjadi.

  28. Naurah rizky ramadhani mengatakan

    Menurut saya artikel ini bagus dan sangat direkomendasikan bagi pecinta film horor cerita ini dibungkus dengan alur yang menarik dan dapat membuat siapapun yg menikmatinya terkesan penasaran dengan alur ataupun plot twist yg akan terjadi dalam cerita tersebut

  29. Aklila zulkifli mengatakan

    Wiih cerita horornya sangat menarik dan bagus pak, ditunggu cerita selanjutnya

  30. Wahida mengatakan

    Saya sbenarnya tidak suka cerita horor krna saya penakut hehe, tpi crita ini menarik saat dibaca krna alur awlnya bikin penasaran jdinya lnjut baca smpe akhir deh

  31. rahma mengatakan

    ceritanya sangat bagus syaa suka,seketika saya merinding membacanya dimalam hari

  32. Ririn junita sari mengatakan

    Didalam cerpen tersebut terlihat seorang pria yg pulang kerumah dengan sendiri dalam keadaan sudah lelah.maka dari itu rasa lelah menimbulkan hal yg diluar nalarnya,yang mengandung cerita horor,dan ini kelihatan nyata tapi seorang pria tersebut melalui nya dengan kuat dan berani.

  33. Binda Rahma Cahyani mengatakan

    ceritanya menarikk,buatt penasaran jugaa seruu bacanyaa di tunggu cerita selanjutnya lagiii🙏🏻☺️😍😍

  34. Riyaldi mengatakan

    Wah keren

  35. Zalfi Juni Harza mengatakan

    Cerita horor memiliki daya tarik yang unik karena mampu membangkitkan perasaan takut dan ketegangan dalam imajinasi pembaca atau penontonnya. Mereka sering kali menggunakan setting yang gelap, karakter-karakter yang misterius, dan twist-twist yang mengejutkan untuk menciptakan suasana yang menakutkan. Bagi sebagian orang, menikmati cerita horor adalah cara yang seru untuk merasakan adrenalin dan ketegangan tanpa harus benar-benar menghadapi bahaya fisik.

  36. dea ananda mengatakan

    Cerita horor yang sangat bagus sekali, seketika merinding saat membaca, next saya akan baca lebih banyak cerita lagi👍🏻

  37. Ega Pitriani mengatakan

    ceritanya bagus sekali, vibes horor nya kerasa sampai ke pembaca, saya kasih rate 10/10

  38. Feby Fadhilah Irawan mengatakan

    Menurut saya film ini menghadirkan ketegangan yang memikat dari awal hingga akhir. Dengan atmosfir gelap yang mendominasi setiap adegannya, penonton disuguhkan dengan pengalaman menakutkan yang sulit dilupakan. Diperkuat dengan akting yang memukau dan twist yang tak terduga, film ini berhasil menciptakan ketegangan yang membuat bulu kuduk merinding. Sangat direkomendasikan bagi pecinta film horor yang mencari pengalaman yang mendebarkan.

  39. nahdhia sakinah mengatakan

    ceritanya unik dan seram, semoga ada lebih banyak cerita seperti ini lagi, aku menantinya!

  40. Nayla elvira salsabila mengatakan

    menggambarkan pengalaman yang intens dan penuh dengan ketegangan. Penulis berhasil menyampaikan suasana cuaca dan lingkungan dengan deskripsi yang kuat, membuat pembaca merasakan ketidaknyamanan yang dirasakan oleh tokoh utama. Penggunaan elemen alam seperti hujan lebat dan gelapnya senja memberikan nuansa mencekam yang kuat.

    Selain itu, adanya elemen misteri dengan munculnya suara aneh dan pengalaman yang tidak masuk akal di toko ponsel menambahkan ketegangan dan membuat pembaca penasaran. Ending cerita yang mengungkapkan bahwa toko tersebut sebenarnya sudah lama tak berpenghuni memberikan sentuhan misteri yang menarik.

    Secara keseluruhan, cerita ini berhasil membangun suasana yang intens dan misterius, memikat pembaca untuk terus membaca hingga akhir.

  41. Wulan Astari mengatakan

    Dari kejadian kisah diatas saya menyimpulkan semua yg terjadi hanyalah di luar alam sadarnya karna terlalu kecapen, atau hanya ilusi semata.

  42. Fikri molda dhe nando mengatakan

    Terbaik pak

  43. Meynita Pratasya mengatakan

    Ceritanya seperti nyata, membuat kita penasaran, merinding dan sangat seru hingga membacanya sampai akhir. 🙏🙏

  44. Azzahra mengatakan

    Cerita nya bagus sekali pak, kebetulan saya pecinta horor .mungkin kalau cerita ini di difilmkan pasti tambah seru.

  45. Muhammad Fikra Islami mengatakan

    Sangat luar biasa pak

  46. M.Syamsul Kurnain Afrizal mengatakan

    Cerita tentang senja yang mencekam ini sangat mengesankan dan sangat menarik untuk dibaca.
    Pesan yg saya dapat: kita harus melawan rasa takut itu supaya kita bisa melewati fase² dimna kita takut dan hadapi rasa akan ketakutan tersebut:)

  47. Mila junita mengatakan

    Saya menyukai cerita yang bertemakan horor,menurut saya dari awal saya membaca sampai akhir,rasa menegangkan dari tokoh sampai kepada audiens yang membaca terutama saya.Alur cerita nya pendek atau berjalan cepat,namun berakhir buruk mengapa demikian menurut saya tokoh mengalami kejadian-kejadian aneh yang membuat nya syok dan di tambah lagi alur cerita yang membawa unsur misal nya seperti hujan,gerimis,hari yang menjelang malam.

  48. SYAHRUL mengatakan

    Keren”pak🔥

  49. Muhammad asyraf mengatakan

    Terbaik pak

  50. Marshella Septi Zulefni mengatakan

    wahh, ceritanya bagus sekali pak, saya sangat menyukai cerita horor dan ini sangat menarik ,ditunggu kisah” horor” berikut nya pakk👍👍👍

  51. Akmal ependi mengatakan

    Mantap pak

  52. Sahrani taskia mengatakan

    Cerita nya sangat menarik, saya adalah salah satu pecinta horor, walaupun ada sedikit merinding, tapi keren 👍

  53. Elsa Febriani mengatakan

    Cerita nya cukup menyeramkan, horornya dapat,rasa penasaran nya dapat, ceritanya bagus sekali, apalagi dibaca dimalam hari. Seru banget hehe

  54. Muhammad Aditya mengatakan

    Menyala🔥

  55. sepniharnida mengatakan

    wiiih cerpennya bagus ,kalau di baca malam hari bikin seram aja yaa,,jadi malas keluar malam jadinya,,bagus cerpennyaa🤗

  56. Nurrabani mengatakan

    Wahh ceritanyaa sangat menarik dan mencekam membuat terbawa suasana horor nya

  57. M.arif abdillah mengatakan

    Baik pak

  58. Sri Purwanti mengatakan

    Wah ceritanya bagus banget 🙏☺️

  59. Yuni Fitriani mengatakan

    Wahh ceritanya keren sekali bapak, saya sebagai pecinta cerita horor sangat suka sekali. Sepertinya kalau cerita ini dijadikan film sangat menarik👍🏿

  60. Nazera Izlyn mengatakan

    Ceritanya bagus dan setiap cerita yg ditampilkan mampu membuat saya ketakukan sehingga saya juga ikut dapat merasakan apa yg tedapat di dalam kisah itu👍🏻👍🏻

  61. Sagita Ramadani mengatakan

    Cerita dan suasana sangat mendukung kehororan cerita yang bapak kirim di tambah saya sedang sendiri di kos. Makin mencekam pak. Tidak kalah seram dengan cerita Chanel horor wawak Nadia Omara

  62. Al RiZiqkri mengatakan

    Bikin merinding

  63. FEBRY ALFHARED PENJASKESREK SEMESTER 6 mengatakan

    Tanggapan saya mengenai cerita diatas menceritakan seorang yg pulang dari pesantren pada senja hari.pada saat perjalanan pulang dia mengalami peristiwa yang aneh di sebuah toko yang janggal.dia merasa takut atau panik dan ada seseorang kakek menemuinya.lalu si kakek berkata hanya ilusi kamu saja nak dan kakek itu pergi.barulah dia melihat orang yang lalu lalang padahal sebelumnya sunyi dan sepi dengan suasana yang mencekam.

    Sekian saya ucapkan terimakasih ☺️👍

  64. Ridho haprat subari mengatakan

    Terbaik pak

  65. Khairil Fajri mengatakan

    Wih cerita yg seruu
    Terus berkarya pak👏

  66. M.Yahdi Rauza mengatakan

    Ceritanya seperti tidak asing, ceritanya cukup menyeramkan. kebetulan saya pernah lewat disitu pak. apalagi sekitaran jam 11 san malam, cukup seram kalau kita lewat sendirian malam-malam dan ditambah minim pencahayaan.

  67. Khairil Asmara mengatakan

    Terbaik pak

  68. Syalsa Riski Maulina mengatakan

    yang masih suka diluar waktu Maghrib, mending baca ini.
    saya sendiri juga merinding kalau keluar waktu Maghrib.
    mantap cerpennya pak..

  69. Adi setiawan mengatakan

    Cerita ini sangat menarik,Dan memberikan pesan tersirat untuk saya pribadi alangkah baiknya jangan beraktifitas saat waktu mendekati waktu magrib apalagi di luar rumah.
    Terima kasih

  70. Vini Alpenita mengatakan

    “Detail-detail mengerikan dalam cerita ini begitu hidup. Saya bahkan bisa membayangkan bayang-bayang di sudut ruangan saya.”

  71. Ikhsan Afandi mengatakan

    terbaikkk

  72. Nova NurpaZira mengatakan

    Masyaallah bagus sekali 😊

  73. Fitra sahada mengatakan

    Ceritanya sungguh luar biasa ,dan enak di baca 🙏😊

  74. khairil asmi mengatakan

    ceritanya keren kompleks dan plotwistnya dapet

  75. rheinanda mengatakan

    sebagai pencinta cerita horor,saya sangat menyukai cerita ini, penasaran nya dapat, horornya dapat, ini adalah cerita pendek dengan alur cerita yang jelas.👍🏻

  76. Nurul Aini Fadila mengatakan

    cerpennya mana pas lagi dibaca ketika hujan, duuhh bapak bikin merinding ajaaa. yang penakut horor sini merapattt🥶🙌🏻🙌🏻

  77. Nova Nabila mengatakan

    Ceritanya sangat Bagus dan menarik sehingga saya sebagai pembaca sangat menyukainya🤗

  78. ILMI FITRIANI mengatakan

    Luarrrr biasaaa

  79. indriani mengatakan

    wahh cerita nya sangat menarikk🤩

  80. Neftihana mengatakan

    Seketika tubuh mulai merinding ketika membaca dimalam hari pak🙏😀ngomong-ngomong alamat toko yg diceritakan dimana ya pak,kayaknya gak asing tempatnya 😀

  81. Witri Wulandari mengatakan

    Cerita nya menarik Pak, tapi kurang seram😁, ditunggu cerita selanjutnya ya Pak 👍🙏
    Sukses untuk kita semua 👍

  82. Andriani Agustira mengatakan

    Cerita ini bagus banget 🙏🏻☺️

  83. Adelia Nofrita mengatakan

    Ceritanya sangat mudah di pahami dan sangat menarik

  84. windiwiguna169@gmail.com mengatakan

    Cerita nya sangat bagus dan menarik

  85. Zulherman mengatakan

    luar biasa pak bambang.. sukses selalu

  86. Rahmi Fitria mengatakan

    Keren

  87. Rahmi Fitria mengatakan

    Semangat.

    Luar biasa cerita horornya.

    Memang mencekam