
Pekanbaru-Tirastimes: Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Al Sultan Abdullah telah menyetujui untuk mengangkat Anwar Ibrahim sebagai Perdana Menteri Malaysia ke-10. Pelantikan hari Kamis, 24 November 2022 lalu.
Pengawas Keuangan Rumah Tangga Kerajaan Datuk Seri Ahmad Fadil Syamsuddin dalam keterangan tertulis yang diterima di Kuala Lumpur, Kamis (24/11/2022), mengatakan setelah menyempurnakan pandangan melalui pertemuan dengan raja-raja Melayu, Yang di-Pertuan Agong menyetujui untuk mengangkat Anwar Ibrahim selaku anggota Parlemen Tambun sebagai Perdana Menteri Malaysia ke-10
“Hal itu sesuai dengan kewenangan Yang di-Pertuan Agong yang diatur dalam Pasal 40 (2) (a) dan Pasal (43) (a) Konsitusi Federal,” kata Ahmad Fadil.
Sementara itu Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengucapkan selamat kepada Anwar Ibrahim atas dipilihnya politisi berusia 75 tahun tersebut sebagai perdana menteri ke-10 Malaysia, Kamis (24/11/2022). Anwar mengunggah video percakapannya dengan Jokowi di akun Twitter resminya.
“Pemerintah, atas nama seluruh rakyat Indonesia, saya ingin mengucapkan selamat atas terpilihnya Yang Mulia sebagai perdana menteri ke-10 Malaysia,” kata Jokowi saat menelepon Anwar.
Ucapan Jokowi terdengar karena Anwar mengaktifkan pengeras suara pada gawainya. Merespons ucapan Jokowi, Anwar mengucapkan terima kasih. “Terima kasih. Saya anggap ini suatu penghormatan di antara yang paling awal menghubungi. Ini menunjukkan saya kekal sahabat sejati Indonesia,” kata Anwar kepada Jokowi.
Selanjutnya Jokowi menyampaikan, Anwar merupakan tokoh yang dikenal luas di Indonesia. “Terima kasih. Dan saya mengharapkan hubungan perdagangan, bisnis, investasi, budaya, persahabatan, insya Allah dapat kita tingkatkan,” ujar Anwar.
Hari Pertama Anwar Ibrahim bekerja sebagai perdana menteri Malaysia, Jumat (25/11/2022). Ia berjanji untuk memimpin pemerintahan yang mencakup semua orang di negara Asia Tenggara yang multietnis dan multiagama tersebut.
Dalam konferensi pers pertamanya pada Kamis malam, politisi veteran berusia 75 tahun itu menyatakan telah merancang rencana pemerintahannya. Dia mengatakan dia tidak akan mengambil gaji dan akan menjamin dan melindungi hak-hak semua warga Malaysia, terutama yang terpinggirkan dan miskin, tanpa memandang ras atau agama
Ia juga menekankan pentingnya reformasi. “Kami tidak akan pernah berkompromi dengan pemerintahan yang baik, gerakan antikorupsi, independensi peradilan, dan kesejahteraan rakyat biasa Malaysia,” katanya dilansir Aljazirah, Jumat (25/11/2022).
Anwar dilantik sebagai perdana menteri Malaysia ke-10 pada Kamis. Anwar menebus penantiannya selama 24 tahun untuk memimpin Negeri Jiran. (Republikas. bernama/wd)