Prodi Ilmu Lingkungan Pascasarjana Unilak Sosialisasi Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim di Ponpes Darul Mukhlisin

143

Pekanbaru-Tirastimes: – Prodi Ilmu Lingkungan Pascasarjana Lancang Kuning (Fahutan Unilak) mengadakan kegiatan sosialisasi mengenai pemahaman sikap dan persiapan menghadapi perubahan iklim global yang sangat ini semakin dirasakan oleh manusia di bumi. Kamis 8 Juni 2023.

Sosialisasi ini menyasar pada siswa/santri dimana diharapkan semakin dini mereka paham terhadap perubahan iklim sekitar maka semakin cepat mereka beradaptasi dan bermitigasi.

Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari Tri Darma Perguruan tinggi melalui kegiatan Pengabdian Masyarakat.

Beberapa dosen Fakultas kehutanan Unilak yang terlibat diantaranya Dr Ir Anna Juliarti selaku Ketua tim, dan didampingi Dr Sri Rahayu Prastyaningsih dan Hanifah Ikhsani MSi sebagai anggota.

“Sasaran kita adalah para siswa/santri di Ponpes Darul Mukhlasin yang terletak di sekitar kampus Universitas Lancang Kuning,” kata Dr Ir Anna Juliarti.

Lebih lanjut dijelaskan, bahwa sosialisasi ini dilakukan mengingat kondisi iklim yang tidak menentu pada tahun-tahun sekarang dan mendatang membuat para santri Ponpes harus mampu menghadapi perubahan tersebut terutama sikap, pemahaman dan langkah ke depan agar santri mampu beradaptasi dan bermitigasi dengan baik.

“Para santri harus mampu mandiri terutama dalam bersikap dan melakukan kebiasaan -kebiasaan yang go green agar tidak menambah beban lingkungan yang berpengaruh pada perubahan iklim ke depan. Harapannya ke depan Ponpes menjadi Pondok pesantren yang mandiri, lingkungan yang hijau dan sejahtera,” imbuhnya.

Dr Sri Rahayu menambahkan, bahwa Ponpes Darul Mukhlasin sudah cukup rindang dengan berbagai tanaman dan pepohonan.

Beberapa bantuan telah diterima dari masyarakat selain bahan pokok, juga bantuan pembibitan tanaman pertanian untuk ketahanan pangan dan bibit ikan.

Namun berdasarkan penjelasan Kepala Ponpes bahwa masih cukup banyak lahan yang masih terbuka dan gersang. Kondisi lingkungan masih gersang dan cukup panas. Pohon-pohonan yang ditanam belum membentuk iklim mikro.

“Diharapkan pada kegiatan ini adalah santri dapat merubah attitude lebih baik, yaitu tidak membuang sampah sembarangan, gemar bertanam, hemat menggunakan air dan listrik,” ujarnya.

Sementara, Hanifah Ikhsani MSi menambahkan, bahwa santri dalam menjawab pertanyaan sudah mulai paham dengan kondisi lingkungan sekarang ini.

Dijelaskan oleh salah satu santri bahwa kebiasaan mereka di Ponpes tidak boleh mengambil makanan berlebihan, secukupnya saja sehingga tidak mubazir, tidak menggunakan plastik secara berlebihan.

Para santri sangat antusias mengikuti sosialisasi ditandai dengan banyaknya pertanyaan-pertanyaan dan peserta lebih dari 30 orang. (rls.ddk)

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan