Dialog FPK Riau dengan Kesbangpol-FPK Dumai Berlangsung Akrab

DUMAI – TIRASTIMES || Kunjungan  kerja sejumlah pengurus Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Riau di Kota Dumai ditandai dengan pertemuan dan dialog dengan Kesbangpol Dumai dan FPK Dumai. Pertemuan yang berlangsung di Kantor Kesbangpol Dumai, Rabu (18/11) tersebut berlangsung akrab yang diisi dengan saling berbagi informasi dan pengalaman.

Rombongan FPK Riau dipimpin langsung oleh Wakil Ketua FPK, Ir. Fakhrunnas MA Jabbar, M.I.Kom dengan anggota Sadrianto (Bendahara), Gembong WS (Wakil Sekretaris) dan Arman L. Wisnu (FPK Pekanbaru). Sedangkan dari FPK Dumai tampak hadir Ketua Harian, Abdul Rahim, Harianja,  Nirwan, dan sejumlah pengurus lain. Pihak Kesbangpol Dumai  diwakili Misdiono dan Yanti.

Fakhrunnas MA Jabbar di awal pertemuan menjelaskan tujuan kunjungannya yakni bersilaturahim dan berbagi informasi tentang  berbagai kegiatan FPK serta turut mensosialisasikan soal kegiatan pengawasan Pilkada sesuai arahsn Bawaslu.

Dilaporkan, di awal Desember nanti FPK Riau akan menggelar tuga seminar terkait pembauran kebangsaan.

Gembong WS pada kesempatan yang sama mengatakan perlunya FPK turut berperan aktif dalam pengawasan  rangkaian kegiatan Pilkada agar konflik sosial dapat dihindari.

Sementara Sadrianto lebih banyak menceritakan bagaimana upaya dan langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam mendapatkan dukungan dana dari pemerintah.

Kepala Kesbangpol Dumai diwakili Misdiono dalam sambutannya mengungkapkan kunjungan FPK Riau ini sangat berguna dalam mengemba gkan aktivitas organisasi guna menangani masalah pembauran di Dumai. Apalagi Dumai saat ini sedang sibuk dengan suasana Pilkada Serempak yang akan  berlangsung tanggal 9 Desember nanti.

”Peran FPK dirasakan sangat penting dalam menghindari konflik sosial terkait kontestasi selama masa kampanye dan hari H Pilkada.

Pada pertemuan itu dilakukan penyerahan plakat dan buklet tentang FPK Riau kepada Kesbangpol dan FPK Dumai. Selaib itu, Fakhrunnas secara pribadi me yerahkan buku cerpennya Lembayung Psgi, 30 Tahun Kemudian dan buku puisi Airmata Musim Gugur. (ns)

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan