PKLH Faperta UIR Tebar 5000 benih ikan di Mandiangin, Minas

136

Pekanbaru-Tirastimes:- Pusat Kajian Lingkungan Hidup (PKLH) Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau (UIR) bekerjasana denga. Balai Pelatihan dan Pengembangan Masyarakat (BPPM) PT Arara Abadi (AA) dan Pemerintahan Kampung Mandiangin,  Minas,  Siak melakukan penebaran 5.000 benih ikan baung di Sungai Mandiangin. Penebaran benih ikan  tersebut merupakan pengabdian kepada masyarakat yang diketuai  Dr. Ir H Rosyadi MSi dengan tim Dr. Ir H Agusnimar MSc, Ir T Iskandar MSi, Ir Fakhrunnas MA Jabbar MI.Kom, Dr Jarot Setiaji SPi MSc, Mohammad Hasby SPi MSi, Abdul Fatah Rasidi SPi Msi, Hajry Arief Wahyudi SP MMA dan Khairul Hadi SPi.

Penebaran benih ikan, dilaksanakan Selasa (22/8) disaksikan   pihak BPPM PT AA Dedi SE,  Kadis Perikanan dan Peternakan Siak, Penghulu Kampung Mandiangin Martinus SP, Kadis LHK Kabupaten Siak, Kepala KPHP Minas Tahura, Camat Minas, pemangku adat, Babinkamtibmas Kampung Mandiangin dan undangan lainnya.

Ketua   PKLH Faperta UIR yang juga Ketua PKM  Dr. Ir H Rosyadi MSI  mengatakan, kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari MoU antara UIR dengan Pemkab Siak. Benih ikan baung yang ditebar  merupakan produksi dari Balai Benih Ikan (BBI) Terpadu UIR  di Jalan Teropong.

“Program  ini merupakan program berkelanjutan dari Prodi Perikanan. Faperta UIR.
Penebaran benih ikan  ini dilakukan di berbagai perairan umum daratan,” ucap Rosyadi.

Rosyadi selanjutnya menjelaskan, Kampung Mandiangin memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Benih ikan yang diproduksi di UIR adalah ikan baung dan ikan selais. Kepedulian UIR terhadap Kampung Mandiangin yang sebelumnya menebar ikan di kolam warga, kali ini di Sungai Mandiangin.

Kepala  BPPM PT AA Abadi Dedi SE  mengapresiasi upaya pelestarian lingkungan yang dilakukan UIR. “Program ini patut kita dukung. Kalau bisa berkelanjutan sehingga lingkungan menjadi lestari,” paparnya. Penghulu Kampung Mandiangin Martinus SP mengatakan, panjang Sungai Mandiangin lebih kurang 13 kilometer. Dulu alat tangkapan masyarakat  lukah.  Penebaran benih ini  solusi yang diberikan UIR untuk masyarakat bisa mendapatkan ikan kembali di sepanjang aliran sungai.(ns/wid)

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan