Kamu: Puisi Bunda Swanti

94

Entah kenapa kamu terlihat terlalu kopi, bukankah sudah berulang kali kukatakan jika aku bukanlah gula jawa.
Haruskah bekali-kali pula kukantongi asin keringatmu!

Abaimu membuat puing-puing asa kian menjelaga, penuh sesak rintih dalam jiwa.
Lagi-lagi kamu mendiami kopi paling pekat, hitam!

Berita Lainnya

Aku terbiasa dibesarkan angin. Mengajariku cara menyusun awan hingga menabur hujan untuk kesuburan bumi.
Aahhh….
Kamu terlalu kopi, kawan!

Rokan Hilir, 4 November 2023

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan