


PEKANBARU-TIRASTIMES:-Daun kelor merupakan tanaman yang tidak asing dan mudah di jumpai di Desa Salo Kabupaten Kampar, bahkan tanaman kelor ini banyak digunakan sebagai pagar rumah oleh masyarakat selain itu kelor ini dijadikan sayuran dan di buat pakan hewan.
Banyaknya tanaman kelor di Desa Salo Kabupaten Kampar ini disebabkan tanaman kelor ini sangat mudah tumbuh di tempat yang mempunyai iklim tropis, memiliki curah hujan yang tinggi dan tanaman daun kelor ini mempunyai daya tahan yang baik terhadap musim kering.
Namun sayang, kurangnya skill masyarakat Desa Salo dalam memanfaatkan daun kelor yang banyak tumbuh di pekarangan masyarakat menjadi olahan produk yang mempunyai nilai ekonomi yang tinggi.
Atas dasar itulah, Dosen Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Lancang Kuning (Unilak) Riau menggelar kegiatan pengabdian masyarakat, bertajuk pelatihan Pemanfaatan daun kelor menjadi olahan poduk stik kelor dengan praktek langsung, dengan diikuti
20 orang dengan tingkat pendidikan SMP dan SMA dengan usia 25 – 40 tahun. Sabtu 6 Januari 2024.
Mereka adalah, Ketua Tim Aznuriyandi SE MSi, yang memberikan materi tentang kewirausahaan, sedangkan anggota Tim Dwika Lodia Putri SE MAk memberikan pelatihan pemanfaatan daun kelor menjadi olahan produk stik kelor. Dan Drs Nurmansyah SR BSc MM, memberikan pelatihan manajemen usaha dan pemasaran produk stik kelor. Ikut juga dua orang Mahasiswa yakni Tasya Adinda Putri dan Sweda Arifah.
“Pemberian materi kepada peserta ini dimaksud agar peserta lebih mudah mengetahui dan memahami materi sehingga diharapkan dapat menjadi pedoman bagi peserta untuk mengajukan pertanyaan maupun diskusi yang proaktif pada saat pelatihan berlangsung,” ujar Aznuriyandi, selaku Ketua tim.
Dari kegiatan yang diberikan tersebut, Aznuriyandi menjelaskan terdapat beberapa solusi yang diberikan, yaitu bagaimana masyarakat bisa memanfaatkan daun kelor yang melimpah menjadi olahan produk stik kelor yang mempunyai nilai gizi tinggi dan nilai ekonomi yang tinggi untuk menopang perekonomian masyarakat Desa Salo.
Karena itu pula, untuk memecahkan permasalahan yang ada diperlukan
Sosialisasi tentang pemanfaatan tanaman kelor menjadi produk olahan stik kelor bernilai ekonomi tinggi. Dan pelatihan secara langsung tentang pembuatan stik kelorPelatihan pengemasan produk yang baik serta Pelatihan manajemen pemasaran.
“Saran yang kami hasilkan dari kegiatan ini adalah, perlu adanya pelatihan lanjutan terkait dengan pelatihan pengemasan produk. Dan juga perlu adanya pengarahan tentang manajemen usaha dan pemasaran produk,” imbuhnya