Jangan Pulang: Puisi Zulfadhli

82

Jangan pulang, kau hanya menorehkan rindu
pada pualam nisan yang bisu

jangan pulang
kau menjadikan rindu
sebagai siklus tahunan yang berujung dengan kerawanan palsu

Jangan pulang
seperti hasrat untuk menangkup tangan
berdoa sekedar-sekedar

Tulisan Terkait

Puisi-Puisi Qinoy

jangan pulang
kampung ini sudah tak mengenalimu.

Bagansiapiapi, 5 April 2024

Zulfadhli, seorang wartawan, tinggal di Kabupaten Rohil.

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan