Jeda Sebelum Kembali: Puisi Yanda Rahmanto

38

Ada jeda di antara hembusan nafas ini,
Sepi yang menyelinap di sela langkah hidup,
Seperti daun gugur yang jatuh tanpa suara,
Aku diam, menunggu panggilan dari-Mu, ya Rabb.

Di persimpangan waktu, kuberhenti sejenak,
Menghela harap yang terajut dari doa-doa lirih,
Menyusuri jejak-jejak sunyi di jalan yang panjang,
Tersandar pada kuasa-Mu, yang Maha Abadi.

Setiap detik yang berlalu, mengajarkanku arti,
Bahwa dunia hanyalah persinggahan sementara,
Sebelum kembali, dalam pelukan rahmat-Mu,
Aku menunduk, dalam kesadaran akan kecilnya diri.

Ya Allah, di jeda ini, kubasuh hati yang letih,
Menggapai petunjuk-Mu di lautan yang tak bertepi,
Ampuni segala salah yang terjalin dalam lupa,
Bimbinglah langkahku menuju cahaya yang hakiki.

Tulisan Terkait

Dalam hening malam, kutemukan nama-Mu,
Bergetar di setiap urat nadi dan helaan nafas,
Engkau yang Maha Pengampun, Maha Pemurah,
Pada-Mu kuserahkan setiap asa, setiap luka.

Jeda ini adalah waktu untuk kembali pada fitrah,
Menjernihkan jiwa sebelum pintu taubat tertutup,
Ya Allah, izinkan aku pulang,
Dengan hati yang bersih, dan tangan yang tak lagi menengadah kosong.

Dalam jeda, kusadari indahnya harapan,
Bahwa rahmat-Mu tak pernah jauh,
Dan sebelum aku kembali,
Kutitipkan cinta, keyakinan, dan seluruh penghambaan ini hanya untuk-Mu.

Jeda sebelum kembali, adalah waktu mengerti,
Bahwa tak ada tempat kembali selain Engkau, ya Ilahi.

Pku, 1 Januari 2020

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan