Kopi Berdarah: Puisi Muslih Marju

56

Kopi berdarah bersambut wajah jingga,
grojok sela-sela bibir tandus,
menguap darah dalam kuali data,
menyungai antara karang dan siulan,
larut gincu pada lumpur bergula,
fana merana rona bahana,
dinding tanpa sekat hangus pada kutang,
kabar rindu gairah lambung,
titik koma menjadi budak kata,
mengapur pada seni diantara paha,
bermuram pada surga berembun seratus derajat celcius.

Berita Lainnya

Tulungagung, Oktober 2024

Muslih Marju, penyair yang lahir di Bangkalan tanggal 15 Januari 1988 merupakan anak pertama dari pasangan Marju dan Mayeh. Saat ini domisili di Jl. Sultan Agung no. 7 Rt/Rw 03/03 Ketanon, Kedungwaru, Tulungagung. Aktifitas mengajar di Komunitas Sastra bernama Malam Sastra Tulungagung. Puisi pernah dimuat di Media Indonesia, Rakyat Sumbar, Koran Madura, Buletin FSB Jejak dan bloggertulungagung.com.

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan