Ulama Kondang UAS Hadiri Launching ‘Pondok Profesor’: Tempat Ngopi Syar’i dan Pusat Inspirasi

2,506

PEKANBARU-TIRASTIMES: Sebuah langkah inovatif dilakukan oleh Prof. Dr. Alaidin Koto dengan membuka kafe ‘Pondok Profesor’ di Jl. Subrantas GG. Amal 42 Simpang Panam, Pekanbaru. Acara launching ini dihadiri oleh sejumlah tokoh terkemuka, termasuk ulama terkenal Prof. Dr. Abdul Somad (UAS), Ketua ICMI Orwil Riau drg. H. Burhanuddin, Ketua DDII Dr. Nurdin Abd. Halim, Ketua DPW Perti Buya Gamal Abdul Naser, Wakil Ketua DMDI yang juga penyair Fakhrunnas MA Jabbar, Bendahara Muslimat NU Hj. Tutin Apriyani, sejumlah guru besar UIN Suska Riau diantaranya, Prof. Munzir Khitani, penyair A. Aris Abeba, serta puluhan tamu lainnya.

Prof. Alaidin Koto dalam sambutannya menjelaskan, Pondok Profesor bukan sekadar tempat ngopi biasa, tetapi juga mengusung konsep syar’i, menyediakan aneka menu sarapan dan makanan halal lainnya. Selain itu, tempat ini juga menjadi ruang edukasi dan inspirasi, dengan deretan foto para ulama dan tokoh nasional terpampang di sebuah pojok dinding ruangan.

“Kami menghadirkan foto-foto ulama besar seperti Buya Hamka, Buya M. Natsir, H. Agussalim, KH. Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah), KH. Hasyim Asyari (pendiri NU), Buya Sulaiman Ar-Rasuli (pendiri Perti), serta para tokoh perjuangan seperti Tan Malaka, Bung Karno, Bung Hatta, dan Bung Syahrir. Semoga dengan melihat mereka, generasi muda semakin mengenal dan menghargai sejarah perjuangan bangsa dan para ulama masa silam ini,” ujar Prof. Alaidin.

Dalam tausiyah menyambut bulan suci Ramadan, Prof. Dr. Abdul Somad (UAS) memberikan apresiasi terhadap inisiatif Prof. Alaidin. UAS selama ini menganggapnya sebagai orang tua, guru, sekaligus sahabat.

“Dulu kami sama-sama tidak suka kamar ber-AC. Jadi sering kami berada di kamar yang tidak memakai AC. Itu menjadi kenangan tersendiri,” tutur UAS disambut tawa hadirin.

Ia juga menambahkan bahwa ngopi di kafe bukanlah hal baru dalam dunia akademik. Sewaktu kuliah S2 di Mesir, dosennya kerap mengajak mahasiswa berdiskusi dan berkonsultasi tesis di kafe.
Pada kesempatan itu, UAS sempat membacakan salah satu puisi Prof. Alaidin Koto.

Buya Gamal Naser yang tampil membacakan sebuah puisi yang dihadiahkan untuk UAS. Selain itu, Rektor Universitas Lancang Juning, Prof. Junaidi menyampaikan catatannya tentang buku puisi Alaidin Koto.

Pada kesempatan ini, Prof. Alaidin Koto menyerahkan buku puisi terbarunya yang berjudul ‘Selamat Pagi, Indonesia’ kepada UAS dan sejumlah tamu undangan. UAS pun menyempatkan diri membacakan salah satu puisi dari buku tersebut.

Tak hanya itu, penyair Fakhrunnas MA Jabbar, yang turut menyerahkan buku puisinya berjudul ‘Airmata Musim Gugur’ kepada Prof. Alaidin Koto sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadap upaya literasi di Pondok Profesor.

Dengan konsep yang menggabungkan nuansa religius, edukatif, dan budaya literasi, Pondok Profesor diharapkan dapat menjadi ruang diskusi ilmiah dan tempat inspiratif bagi berbagai kalangan, terutama generasi muda.

Peluncuran Pondok Profesor ini bukan hanya sekadar pembukaan sebuah tempat usaha, tetapi juga menjadi tonggak baru dalam membangun atmosfer intelektual dan spiritual di Riau. (ns/wid).

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan