Membangun Branding Sehat di Era Digital: Catatan Nafi’ah al-Ma’rab (Founder Ayse Brand, Master Ilmu Komunikasi)

22

Media sosial sebagai media baru adalah media yang dapat membentuk tampilan kita sebagaimana yang kita inginkan.

Anda mau terlihat cantik walaupun aslinya jelek, terlihat pintar walaupun aslinya biasa, terlihat populer walaupun kenyataannya tidak, ya bisa.

Konten adalah cara membentuk itu. Kalau Anda ingin dikesankan sebagai seorang yang populer, cukup konsisten satu bulan mengunggah konten-konten smart aktivitas maupun pemikiran Anda, sesudahnya orang akan melihat Anda sebagai seorang yang pintar. Begitu seterusnya, semuanya bisa dibentuk melalui media sosial.

Begitu juga dengan branding. Branding sehat adalah branding yang benar-benar ada, dibangun berdasarkan kemampuan nyata yang dimiliki seseorang. Termasuk tujuan dari branding yang ia lakukan. Tujuan branding pada akhirnya adalah untuk mengumumkan kebaikan yang kita miliki. Selanjutnya bantulah orang, melayani, dan berusaha ikhlas untuk itu.

Tulisan Terkait

Puisi-Puisi Qinoy

Sebaliknya, branding tidak sehat hanya sebatas pencitraan. Hanya konten-konten tipuan tanpa diimbangi dengan kualitas diri. Tujuannya pun hanya kecil, sekadar popularitas atau uang.

Kalau Anda penulis misalnya, branding sehat adalah keseimbangan Anda dalam membangun citra di media sosial dengan kualitas tulisan yang dibuat. Bagaimana aktivitas literasi yang berimbang, antara pemikiran, produk karya, dan aktivitas untuk orang lain.

Memang tidak mudah, butuh proses. Jadi branding itu tidak ujug-ujung, tidak cepat, tidak boleh dipaksa, tidak boleh nipu. Butuh puluhan tahun untuk bertahan dengan branding yang sehat.

Belajar dan kenali branding yang baik untuk kamu bersama Ayse Brand.

De Daikos, 21 April 2025

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan