Halaman Gedung Senayan: Puisi Hening Wicara

21

Ketidakadilan telah menyeragamkan langkah mereka
Alih-alih berjalan santai ke tepi sungai
Membiarkan derita mengalir ke pantai
Mereka memilih berlari ke gedung itu
Dan dalam sekejap mereka sulap halamannya
Jadi lautan manusia

Menjelang senja,
Halaman itu berubah jadi arena
Tempat mereka berorasi tanpa gentar
Menuntut dewan perwakilan di gedung itu bubar
Lalu dengan lantang mereka nyanyikan lagu derita
Yang telah sekian lama berdendang di dada
Di bawah derasnya kucuran gas air mata

Dan tanpa dapat dicegah
Halaman gedung itu bersimbah amarah
Ketika sebuah mobil barakuda dengan pongahnya menggilas tubuh pengendara
Yang terjatuh di antara kerumunan masa

Tulisan Terkait

Puisi-Puisi Qinoy

Berita Lainnya

Warna sikap mereka pun jadi kian gerah
Tak kuasa membendung luap sengsara yang membuncah
Akibat kejam ulah dari aturan yang dicipta penguasa serakah

Kini, halaman gedung itu retak-retak
Tak sanggup lagi menahan takdir bergejolak

Senayan, Akhir Agustus 2025

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan