Mutiara Zuhud: Puisi Hafizha Nabilah Zhafarina

24

Gelas rasanya hampa walau diisi dengan segala rasa minuman
Seteguk kuminum rasanya getir di ujung lidah seperti teguk jamu kehidupan
Aku buang isi gelasnya

Aku ambil gelas yang baru
Aku isi semili zuhud
Aku isi semili taubat
Aku isi semili syukur
Aku isi semili takut
Aku isi semili raja’
Aku isi semili iman
Aku isi semili ihsan

Penuh gelasku
Kubuka buku mutiara zuhud di hadapanku terbentang
Huruf-huruf merangkai bergandengan merengkuh untuk menikmatiku

Hikmat nabi, sahabat hingga tabiin berkelindan dalam satu ringkasan kitab zuhud
Imam Ahmad bin Hambal menulisnya di tengah riuhnya hari-hari

Titiskan jadi pedoman detak jantung kehidupan bukan sekadar hapalan di luar ingatan

Bekasi, 21 Februari 2026

Hafizha Nabilah Zhafarina. Lahir di Kota Pahlawan tiga dekade silam. Baginya, menulis adalah ruang abadi untuk mengarsipkan isi kepala dan caranya untuk menolak lupa. Setelah sempat terjeda, Hafizha mulai kembali menekuni dunianya di akhir 2025, yang ditandai dengan terbitnya buku antologi puisi bersama. Kini, ia sedang mempertajam gaya menulis dan imajinasinya di Asqa Imagination School (AIS). Temukan cerita dan tulisannya di IG: @hafizhanabilahzhafarina

 

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan