Puisi-Puisi Qinoy

5

Alamat yang Tidak Pernah Pindah

Kita pernah menanam waktu di sela percakapan
Tumbuh diam-diam jadi sesuatu tak bernama
Kau menyebutnya kebetulan
Aku menyebutnya takdir yang ragu
Dan sejak itu aku belajar mencintai tanpa kepastian

Ada hal-hal tidak selesai meski telah kita tinggalkan
Seperti langkah yang masih berjejak di ingatan
Atau suaramu tinggal sebagai gema
Di ruang-ruang tidak lagi kita datangi

Di Jalan Pahlawan Surabaya senja menggulung pelan
Aku berdiri di antara riuh yang tak mengenalku
Mencari bentukmu di bayang orang-orang
Dan menemukan bahwa kehilangan punya wajah yang sama

Jika suatu hari kita kembali saling menyapa
Aku tidak akan bertanya ke mana saja kau pergi
Sebab sebagian darimu tidak pernah benar-benar hilang
Ia tinggal menetap menjadi alamat yang tak pernah pindah

Qinoy, Surabaya 19 April 2026

Manis yang Menetap

Aku mencintaimu seperti laut memeluk garis pantai
Tak pernah selesai tak pernah benar-benar pergi
Setiap debur adalah namamu yang kusebut diam-diam
Setiap pasang adalah rindu yang pulang tanpa izin

Kau adalah musim yang tak tercatat di kalenderku
Datang tanpa tanda tinggal tanpa alasan
Dan aku dengan segala yang kupunya memilih menetap
Meski tahu waktu bisa sewaktu-waktu menghapus arah

Tulisan Terkait

Puisi-Puisi Dienullah Rayes

di Jalan Darmo Surabaya
Lampu-lampu berpendar lembut
Malam terasa seperti gula yang larut di udara
Kita berjalan tanpa jarak tanpa takut kehilangan
Seolah dunia sepakat untuk tidak mengganggu kita

Jika esok semua berubah dan kita dipisahkan keadaan
Biarlah rasa ini tetap menemukan jalan pulang
Sebab mencintaimu bukan tentang memiliki selamanya
Melainkan tentang manis yang berani menetap meski fana

Qinoy, Surabaya 20 April 2026

 

Kita yang Memilih Tetap

Kita seperti dua api yang tak selesai menyala
Saling membakar tanpa ingin memadamkan
Tidak ada yang ingin pergi, tidak ada yang pura-pura hilang
Sebab sejak awal kita memang memilih untuk tetap

Aku ingin memilikimu seperti pagi memiliki cahaya
Bukan untuk mengurung tapi untuk menghidupkan
Sebab tanpamu hari terasa setengah jadi
Dan dunia seperti lupa cara berwarna

Chairil Anwar pernah mengajarkanku tentang berani hidup sepenuh-penuhnya
Dan aku memilih mencintaimu dengan cara itu
Tanpa sisa bukan setengah bukan ragu bukan sekadar lewat
Tapi utuh seutuh aku yang kaubiarkan tinggal di hatimu

Qinoy, Surabaya 21 April 2026

Qinoy. Seorang penikmat kata yang percaya bahwa puisi bukan sekadar rangkaian bahasa, melainkan napas yang hidup di antara sunyi. Sebagai introvert, aku dia terinspirasi oleh keberanian dan kejujuran Chairil Anwar, dia menulis dengan hati yang utuh tanpa ragu, tanpa setengah. Baginya, puisi adalah cara mencintai dunia dengan lebih pelan, lebih dalam, dan lebih jujur. Di setiap larik yang dia rangkai, tersimpan rindu, harapan, dan keyakinan bahwa kata-kata mampu menjadi rumah bagi perasaan yang tak sempat diucapkan.

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan