Meraih Pengakuan Pelaku/Pegiat Sastra 40 Tahun: oleh Mohd. Nasir

20

Alhamdulillah berdasarkan SK Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 163/BANPEM.BPPG/G,/05/2026 tanggal 25 Mei 2026 dan SK Revisi 165/BANPEN.BPPG/G/05/2026 tanggal 26 Mei 2026 saya terpilih sebagai Calon Penerima Bantuan Apresiasi Program Bantuan Pemerintah Bidang Kebahasaan dan Kesastraan tahun 2026. Saya termasuk dalam kategori Pelaku/Pegiat Sastra yang berkiprah 40 tahun atau lebih.

Ada tiga kategori, yaitu kategori Pelaku/pegiat yang berkiprah 50 tahun atau lebih, 40 tahun, dan 25 tahun. Di sini barangkali tidak ada penilaian tentang seberapa termasyhur dan terkenalnya seorang pelaku atau pegiat Sastra. Tidak ada juga penilaian seberapa banyak seseorang telah menghasilkan karya sastra atau bergerak di bidang Sastra. Pokok utama seseorang terpilih adalah lama masanya seseorang berkiprah; 50 tahun, 40 tahun, dan 25 tahun.

Saya merasa berat untuk mengumpulkan bukti bahwa saya sudah berkiprah selama 40 tahun. Kesulitan pertama, hilang dan tidak tersimpannya puisi, cerpen, dan artikel sastra yang diterbitkan oleh koran atau majalah pada awal-awal tahun mulai berkiprah. Memang dulu semua karya yang diterbitkan oleh koran dan majalah itu ada klipingnya. Awalnya tersimpan baik. Namun karena seringnya bongkar lemari dan merapikan isi lemari buku, mungkin kliping itu terbuang. Jumlahnya lumayan. Kliping itu adalah hasil karya dari tahun 1986 hinggak 1992. Sudah dibongkar berulang kali, namun tidak ketemu juga.

Tapi untunglah saya terbantu dengan sebuah antologi puisi saya yang ketiga. Antologi itu saya beri nama 32 Tahun Berpuisi (1986 – 2018). Antologi isinya semua puisi yang saya tulis dan umumnya sudah dimuat di media masa dari tahun 1986 hingga 2018. Dengan antologi ini saya sudah agak terbantu dalam berkiprah selama 32 tahun. Tinggal menambahkan bukti karya 8 tahun lagi, yaitu dari tahun 2018 hiingga tahun 2016.

Untuk bukti berkiprah dari tahun 2018 hingga 2016 saya cukup banyak bukti. Sejak bergabung dengan Perkumpulan Rumah Seni Asnur saya telah ikut dalam sejumlah antologi yang diterbitkan dari tahun 2017 hingga 2026. Setiap tahun saya dapat piagam dan sertifikat dari Perruas. Ada piagam karena sebagai mentor, sebagai pelatih, dan piagam karena tampil di panggung sebagai pembaca puisi, pembaca syair, pembaca gurindam, pembaca pantun, dan sebaiknya pembicara dalam seminar.

Semua bukti fisik tersebut saya kumpulkan di google Drive dalam folder-folder. Jumlah 7 folder, yaitu folder Berkas Persyaratan. Folder ini isi file Biodata, KK, KTP, NPWP, Fakta integritas, Portofolio, dan SPTJM (Surat Pernyataan Pertanggungan Mutlak).

Berita Lainnya

Folder kedua saya beri nama Berkas Buku Isinya file pdf naskah buku tinggal saya. Ada beberapa yang terpaksa saya scan karena buku tersebut sebelum tahun 2000. Jumlahnya sebanyak 15 buku. Buku-buku mengisi perpustakaan-perpustakaan sekolah. Ada yang diterbitkan dengan dana. Proyek pemerintah ada yang saya damai sendiri dan saya jual ke sekolah-sekolah.

Folder ketika saya beri nama Berkas Cover Buku. Jumlahnya 32 cover dan halaman isi buku tersebut. Ini semua buku sendiri dan antologi yang ada karya saya dalam antologi tersebut.

Selanjutnya folder keempat. Isinya scan semua piagam dan sertifikat yang berhubungan dengan kegiatan menulis buku sastra. Jumlahnya 46 piagam. Ada yang saya terima karena terpilih sebagai pemenang dalam menulis buku dan menulis cerpen, piagam karena tampil baca puisi, syair, gurindam, dan pantun, dan ada juga karena sebagai mentor dan pelatih.

Saya juga buat folder yang berisi video penampilan says ketika baca puisi, ada di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), TIM (Taman Ismail Marzuki), dan Perpusnas. Jumlnya 9 video. Sebenarnya masih ada yang lain.

Folder berikutnya berisi foto-foto yang berkaitan dengan kegiatan sastra. Ini cuma ada 3 kumpulan foto. Dan folder yang terakhir berisi link tulisan atau karya yang sudah diterbitkan oleh media online. Isinya cerpen dan tulisan-tulisan yang berkaitan dengan kegiatan sastra yang pernah saya lakukan.

Bengkalis, 3 Juni 2026

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan