Puisi-Puisi Iainurroziq

8

Jangan kesana!

Kelana menuju taman kota dekat saja
Tapi dirimu malah berbelok-belok tak karuan
Memilih tepi jurang
Menyeberang bengawan hanya dengan bilah papan
Melupakan lampu-lampu di sepanjang jalan
Sampai aku pun termakan jejakmu,
tak kutemukan satupun angan-angan yang diceritakannya dulu.

Setan yang melagu di dasar jurang

Tareem, 07 Juni 2026
Kolam yang Matang

Dihadapanku ada tiga kolam ikan
Airnya bersilau-silau menantang joran-joran
Andai aku sudah pria matang
berani melepas baju untuk tualang
Kalaupun tak ada ikan atau
bahkan kelomang yang malang.

Tulisan Terkait

Puisi-Puisi Nur Kholipah

Dingin rumput meracuni hidung, segar
Ada juga bulu kuduk menjulang ronta
kepalan angin tebas muka penuh pribahasa
tanpa kail mungkin bisa semua

Aku bukan takut basah
Keladi punya rasa yang sama
buruk angan tak mengakar umbi-umbinya

Tareem, 07 Juni 2026

@iainurroziq, bernama asli AHMAD ILHAM AINUR ROZIQ, kelahiran Sidoarjo tahun 2005. Sangat berhasrat pada kesenian, khususnya kebudayaan, seni rupa dan sastra. Kesibukannya adalah belajar ilmu agama, menulis sajak dan cerita, serta berusaha konsisten menghasilkan karya seni rupa. Saat ini sedang menempuh pendidikan strata 1 di Al-Ahgaff university, Yaman. Ia juga sedang mengikuti Kelas Puisi Jadi Cuan, Sekolah Kepenulisan Kosana Publisher @kosanapublisher bersama @intanhafidahnh sebagai mentor kelas.

 

 

 

 

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan