Re-Solusi | Puisi : Mas Sitti Sya

101

RE-SOLUSI

Pada detik pertama mimpi terpahat

Segala harap berlipat-lipat

Dalam ingin yang sangat

Menyudahi galau,

Menyiangi risau

Yang tak mempan dihalau

Kebebasan mencelaka

Kemerdekaan mendurhaka

Menodai logika

Nurani pun diperkosa

Asa  terjegal dalam pinta yang terjungkal

Di atas kilai terpingkal-pingkal

Para bedebah berakal nakal

Aksara apa lagi yang pantas disemat

Pada topeng-topeng maksiat?

Resensi hitam yang tertulis di jagat

Tulisan Terkait

Rempang: Husnu Abadi

Menetaskan kesumat pada mereka yang bersebahat.

Pelaknat rakyat!

Ini akan terbaca hingga kiamat!!

Sudahlah!!

Almanak telah berubah!

Bacalah pesan-pesan Allah

Lewat musibah

Dalam wabah yang terdedah

Masihkah serakah dengan segala ulah?

Pedulilah dengan segala intrupsi

Buka simpul hati yang dikebiri

Nyalakan api empati yang mati suri

Almanak ini kan terus berganti

Menetaskan re-solusi demi resolusi

Hingga jeda tak tersisa lagi

Pekanbaru, 30 Desember 2020


  • Mas Sitti Sya adalah nama pena dari Sitti Syathariah, seorang guru Bahasa Indonesia yang dilahirkan di Dabo Singkep. Penerima Anugerah Sagang, Anugerah Pendidikan Riau/Cik Gu Award, Anugerah Baiduri, dan Anugerah PGRI (PGRI Riau Award 2020) di provinsi Riau ini sudah menerbitkan beberapa karya tunggal ber-ISBN.

Untuk pemuatan karya sastra (Puisi, Cerpen, Pentigraf, Esai, Pantun, Kritik, Resensi, Peristiwa Budaya, dan tulisan sastra lainnya) silakan dikirim melalui surel:
redaksi.tirastimes@gmail.com

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan