Kutanam detik demi detik berbaris-baris menjadi menit
Kusiram menit demi menit itu lalu tumbuh se batang jam
Jam demi jam tumbuh subur menjadi hari
Terus berkembang menjadi minggu sampai wujudlah sebuah kebun bernama bulan
Kebun itu ku rawat menjadi hutan bernama tahun
Lalu aku pun berkeliling didalamnya dengan nyaman sambil menghirup oksigen kehidupan
Kutiup nafas panjang
Alangkah indahnya hidup
Lega dan lega sekali
Lalu
aku tersedak oleh asap dan debu yang beterbangan
Ya Tuhan
Rupanya aku terbuai khayal
Ternyata aku hidup bukan di kerimbunan pepohon rindang hutan
Tepi di gedung-gedung tembok yang gersang
Di tengah debu polusi jalan yang menyesakkan dada
Tuhan
Kembalikanlah ke masa lalu itu
Biar sesak ini terurai bersama hembusan nostalgia yang takkan kembali lagi
Senja di Bumi Riau, 11062025