Anak Sungai: Puisi Ficto

35

Anak sungai
mengalir dari sumber yang kecil,
berharap bertemu muara yang besar.

Sambil tertatih meski tanpa merintih,
berjuang ingin menjadi pasti,
meski tak tahu di mana
muara yang besar akan dilabuhi.

Namun semangat juang terus menggema,
meski tanpa nada dan irama.

Alirannya lambat,
karna bukan berasal dari bebukitan yang curam,
dan bukan pula ada hujan yang turun dari langit
untuk membantu membesarkan alirannya.

Tulisan Terkait
Berita Lainnya

Mengalir penuh dengan rintangan,
cemoohan dan hinaan,
bahkan tak dipandang.

Tapi itu semua
tak akan menjadi rintangan…

Karna muara itu pasti akan dijumpai.
Jika tidak,
maka aliran ini akan meruntuhkan
tebing penghalang yang ada.

Itulah anak sungai:
aliran kecil
memimpikan muara yang besar..

Anak sungai.
26 September 2025.

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan