Pemuda Dan Jurnalis Masa Kini | Artikel : Latifah Lubis

180

PEMUDA DAN JURNALIS MASA KINI

 “Pemuda yang paling berani adalah pemuda yang kritis, aktif,

bijak dalam mengambil keputusan ”.

Jurnalis

Berbicara mengenai jurnalis mungkin sebagian orang mengetahui bahwa jurnalis adalah seseorang yang berkecimpungan di dunia jurnalistik atau yang biasanya berhubungan dengan kegiatan menganalisis berita, mengumpulkan, menulis, mengedit, memuat berita dalam surat kabar, majalah atau radio. Banyak juga yang mengatakan bahwa seorang jurnalis hanyalah siapa yang berhubungan dengan lingkungan jurnalistik saja. Mungkin benar, namun tidak sepenuhnya benar untuk mendefinisikan siapa itu jurnalis sebenarnya dan apa pengaruhnya.

Seperti yang kita tahu sekarang ini, kita mengetahui dua media: media massa dan media sosial yang saat ini keduanya sangat dibutuhkan sebagai sarana tempat menyalurkan dan mendapatkan informasi dari berita yang beredar. Keduanya juga memiliki fungsi yang hampir sama hanya saja  penyampaiannya yang berbeda. Media sosial umumnya bersifat lebih pribadi dibandingkan media massa. Media massa lazimnya dikemas dalam bentuk surat kabar, majalah atau berita televisi yang sudah terjamin fakta dan kebenarannya.

Berita Hoax

Walaupun begitu, bukan berarti media massa tidak memiliki kekurangan atau pengaruh buruk. Salah satu permasalahan yang telah lama beredar di masyarakat dan sempat menghebohkan segelintir orang adalah mengenai berita hoax. Hoax merupakan informasi, berita, kabar yang palsu atau bohong. Dengan kata lain, hoax yaitu informasi yang dibuat-buat atau direkayasa untuk menutupi informasi yang sebenarnya. Dalam permasalahan ini, tentu sedikit mengungkap sisi gelap dari dunia jurnalistik akibat tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab tersebut.

Kontribusi Pemuda

Sebagai contoh saat ini, pemuda Indonesia merupakan mayoritas pemakai dan pengguna media sosial. Dari hal itu, dapat disimpulkan bahwa pemuda Indonesia tak luput kemungkinannya termakan akan berita-berita yang tidak benar. Lalu, apakah hubungannya dengan wajah pemuda Indonesia sebagai jurnalis masa kini? Selaku pemuda Indonesia yang dididik untuk menjadi kaum intelektual yang siap secara fisik dan mental, sudah sepatutnya pemuda indonesia turut bijak dalam menghadapi permasalahan ini. Pemuda Indonesia bukan hanya sebagai konsumen saja, namun juga dapat menjadi agent of change, yaitu pemuda yang dapat memberikan perubahan besar yang berguna untuk masa depannya. Pemuda yang diharapkan pada zaman sekarang ini adalah pemuda yang berani menyampaikan pendapat, kritis, dan berpikiran terbuka. Hal ini juga merupakan salah satu skill yang diperlukan dengan manfaat dapat mengasah kemampuan public speaking.

Sikap dan sifat yang seperti itu dapat dilatih dalam kegiatan jurnalisme. Namun, untuk membangun generasi muda yang intelektual dan berkompeten tidak harus melalui kegiatan jurnalisme saja. Sebab, dengan media massa setiap orang adalah jurnalis yang berhak memberikan opini, menyampaikan informasi, berkomentar dan lain sebagainya. Akan tetapi, perlu digaris bawahi bahwa informasi yang disampaikan haruslah bersifat fakta dan terpercaya akan kebenarannya. Oleh karena itu, akibat dari kecurigaan terhadap akurasi berita yang disampaikan melalui media massa maupun sosial dapat menjadi alasan utama mengapa jurnalisme tetap berdiri.

Lantas, bukan hanya seorang jurnalis saja yang berhak turun tangan mengomentari dan menganalisis fakta, melainkan kita sebagai pemuda yang memiliki pengetahuan dan rasa sosialisme juga berhak untuk berkomentar terhadap berita-berita yang tidak benar. Budaya hari ini adalah tentang mendengarkan dan merespon. Karenanya, pemuda paling cerdas ialah mereka yang menggunakan media massa maupun media sosial untuk menciptakan hubungan dengan mendengarkan orang lain. Lalu, untuk mencapai tujuan itu semua perlu adanya penanaman kesadaran diri dan keberanian yang tinggi. Sebagai pemuda Indonesia masa kini, kita berhak untuk menyampaikan pendapat. Kutipan ini sangat sesuai dengan UUD Tahun 1945 Pasal 28E ayat (3) yang berbunyi,“Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat”.

Selain mahir dan mampu dalam menanggapi sebuah berita, wajah pemuda Indonesia yang diharapkan sekarang adalah wajah pemuda yang terbuka dan terampil dalam menulis. Maksud terbuka dan terampil di sini adalah pemuda dapat menuangkan berbagai macam pandangan atau opini dalam bentuk karangan bebas sesuai dengan gaya penulisan masing-masing. Sebab dengan menulis seseorang dapat lebih percaya diri dalam penyampaian ide atau gagasan dan dapat meningkatkan kreativitas seseorang. Bukan hanya itu saja, dengan terampil dan berani dalam menulis seseorang secara tidak langsung akan memperbanyak literasi membacanya dan terikat oleh buku. Karena, literasi yang cukup dapat menambah pengetahuan dan secara tidak langsung juga dapat meningkatkan kemampuan kita dalam menulis.

Kegiatan menulis tidak hanya sekadar merangkai kata-kata. Dengan menulis seseorang akan lebih paham tentang bagaimana tulisan tersebut akan terbentuk sebelum akhirnya karya tersebut dapat dibaca oleh khalayak ramai. Selain itu, tulisan juga merupakan media komunikasi antara penulis dengan pembacanya. Sehingga seorang penulis menentukan dahulu tujuan penulisannya dan ditujukan untuk siapa. Dengan menulis, secara tidak langsung kita telah memberikan pandangan ideologi kita terhadap suatu hal kepada orang lain. Dengan begitu, seorang pembaca akan memahami tujuan sebenarnya penulis menulis karangan atau artikel tersebut dan menjadikan mereka ikut berpikir kritis. Oleh karena itu, pemuda yang paling berani adalah pemuda yang kritis, aktif, bijak dalam mengambil keputusan, mampu menyampaikan pendapat, berani mencoba hal-hal baru dengan mempertanggungjawabkan segala aspek validitas tanpa melupakan jati diri sebagai pemuda Indonesia yang mencerminkan wajah jurnalis masa kini.

Rujukan:

Sitoresmi, Ayu Rifka. (18 Oktober 2021). Jurnalisme Adalah Kegiatan Mencari Berita, Ketahui

Pengertian dan Jenisnya. hot.liputan6.com.

Pratiwi, Yenni Ratna.  (31 Oktober 2021). Peran Pemuda Masa Kini.

Salmaa. (4 Mei 2021). Menulis: Pengertian, Tujuan, Fungsi, Manfaat dan Teknik Menulis.

Apriliani, Olivia Berliana. (5 September 2022). Makin Modern, Sisi Gelap.

Lianovanda, Devi. (9 Juni 2022). Pentingnya Kemampuan Public Speaking dan Cara

Meningkatkannya.

Andryanto, S.Dian. (11 April 2022). Kebebasan Berpendapat Dilindungi UUD 1945, ini

Landasan Hukumnya.

Latifah Lubis, Guru SMASIT Imam  Syafi’i Batam.

Untuk pemuatan karya sastra (Puisi, Cerpen, Esai, Kritik, Resensi, Peristiwa Budaya, dan tulisan sastra lainnya) silakan dikirim melalui surel: 
redaksi.tirastimes@gmail.com

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan