Kita Non Organik: Puisi Zainul Dzawan Arabi

88

Pun bunga akan bertunas
Di kepala kita
Menebak jadi apa warnanya
Merahkah pecinta dan amarah
Birukah sedih angkara sumpah

Setaranya putih
Jika kepala kita bernomorkan
Jejari seri belas bahkan puluhan
Yang tidak tentu berbuah
Di tunaknya manis, lembut dan gugah
Namun jatuh sampai usia

Keberatan kah kita
Tidak disisihkan sebagai pasangan
Yang dambanya
Puisi-puisi anarki
Kebebasan adalah daur ulang
Sedangkan kita non organik
Lepas ditanam jadi
Hitam

Bunga yang tidak kau sukai
Tidak berbuah
Hanya tumbuh sekali
Di hati

5-4-2024

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan