Cahaya melesat tajam dan menggores berdarah mata ini,
tarian api menjulur lidah paling lengkung agar botol serupa dendeng,
gunung api bergemuruh memeluk botol melenguh basah dan berlendir liar,
tiupan angin lesus dari barat membawa berita tentang air yang sudi mengisi botol,
hingga minyak tak rela berpagut dengan mulut air,
antar kabar ke jin ifrid yang tersenyum gila oleh botol bersepuh emas,
mencoba meraih dengan tangan halilintar tertameng cahaya,
dalam sekejap botol bersemedi dalam perut ifrid.
Tulungagung, 2024.
Muslih Marju, penyair yang lahir di Bangkalan tanggal 15 Januari 1988 merupakan anak pertama dari pasangan Marju dan Mayeh. Saat ini domisili di Jl. Sultan Agung no. 7 Rt/Rw 03/03 Ketanon, Kedungwaru, Tulungagung. Aktifitas mengajar di Komunitas Sastra bernama Malam Sastra Tulungagung. Puisi pernah dimuat di Media Indonesia, Rakyat Sumbar, Koran Madura, Buletin FSB Jejak dan bloggertulungagung.com.