

Aku berdiri tegak di atas bukit keramat
Mataku takjub melihat sungai jantan yang meliuk
Airnya yang kelam terlihat menyusut
Menyisakan tebing jingga nan curam
Di seberang sana tempat pohon-pohon menjulang
Durian, rambutan, duku, dendan, dan buah-buah hutan
Kebun buah dalam kenangan
Menyisakan sebuah pondok dan mushola lapuk
Aku terpaku pada telapak kaki
Berpijak pada pusara keramik hijau
Konon tempat bersemayam Raja Panjang
Dilipat tiga saat mencium tanah
Aku tegak di atas bukit keramat
Menatap semua yang bisa dikenang
Mengenang semua yang telah hilang
Perawang, 23 November 2023
Safarida, lahir 35 tahun yang lalu. Seorang guru SD yang menyukai puisi. Buku puisi tunggalnya berjudul “Layar Jingga” terbit pada tahun 2020. Pernah terlibat dalam beberapa buku Antologi Puisi. Karyanya pernah dimuat di beberapa media online. Pernah menjadi juara dalam beberapa lomba cipta puisi. Sedang belajar puisi di kelas online Asqa Imagination School (AIS).