Bunda: Puisi Sih Yuliawati

305

Bunda, doa-doa dari bibirmu kini tak terdengar lagi
Omelan dan marahmu tak kuterima lagi
Dekapan hangat dan belaian mesra pun tak ku rasakan lagi
Bahkan merdu sapaan itu begitu kurindui

Kebohongan demi kebohongan mu dulu kupahami kini
Hanya untuk kebahagiaan anakmu yang nakal ini
Walau perutmu kadang terasa perih karena tak terisi
Namun senyummu selalu saja menghiasi

Bunda, bila malam datang menjelma
Di pangkuanmu aku terlelap dan terlena
Bunda kisah itu kini takkan terulang lagi
Karena waktukmu telah habis di dunia fana ini

Berita Lainnya

Awal dan Akhir: Cerpen Dani Pitri

Bunda, tidurlah engkau dengan tenang
Untaian doaku kan selalu berkumandang
Dari pagi hingga petang menjelang
Semoga kuburmu selalu terang benderang

Pangkalan Kerinci, 16 November 2022

Sih Yuliawati. Bekerja sebagai guru SDN 006 Pangkalan Kerinci di Kabupaten Pelalawan Riau. Hobby mendengarkan musik, membaca dan menulis. Sudah menulis beberapa buah buku solo kumpulan cerpen, antologi cerpen dan antologi puisi. Mendirikan Taman Bacaan Masyarakat adalah cita-cita sejak kecil. TBM FATIRA tempat berbagi bersama. Memiliki motto hidup ”Indahnya Hidup dengan Saling Berbagi.”

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan