Kategori Pencarian
Puisi
The Old Cottage: Poem by Sariana
At First !
At the old cottage.
It's so noise.
Full of laugh and kidding
Now... !
At…
Antara Zaini dan Zainul: Puisi Wahyu Mualli Bone
Kembali ke kabar dan bacaan sebelumnya, ketika hari ini kita menyaksikan hal yang…
Innalillah: Puisi Zainul Dzakwan Arabi
Aduhai, Innalillah
Bersungguh tepati
Asap dari api
Ke terang jadi bara
Aduhai,…
Gelombang Prof Embe’: Puisi Mohammad Ayyub
Sejauh memandang lautan airnya tampak tenang, debur ombak meriak perlahan. Siapa duga…
Februari Temani Aku: Puisi Bunda Swanti
Februari temani aku karena pada setiap
harinya bertengger alismatamu yang indah…
Taman Tamadun: Puisi Wahyu Mualli Bone
Sejatinya keluarga bunyi-bunyian sebagai penghuni muka dan perut Ardha, meliputi keluarga…
Wak Wak: Puisi Wahyu Mualli Bone
Wak Wak, jarang-jarang kita kumpul serentak, apa hal ini.
Wak Wak, sedapnya cakap apa.…
Agama Hitung Cepat: Puisi Rian Harahap
agamanya adalah hitung cepat
berpacu dengan fantasi kursi
berpacu melodi senayan…
Mengenang Kepulanganmu: Puisi Bunda Swanti
Runcing rasa menusuk helai cita
Katamu lelah menjadi kepala sekolah
Lantas kau pun lulus…
Iqtibas Sagu dan Ruyung: Puisi Wahyu Mualli Bone
Kalau tidak dipecahkan ruyung manakan dapat sagunya.
Mengolah sagu jadi aneka santapan…
Yang Satu: Puisi Wahyu Mualli Bone
Salam sua swa
Sudah mencapai pengetahuan yang satu jangan terpaksa menduakan bahkan…
Segelas Kopi Di Kereta Api: Puisi Massittisya
Segelas kopi di kereta api,
Menerima ada di masa yang tak biasa
Mengalah pada angin yang…
Lorong Waktu: Puisi Bunda Swanti
Lorong waktu mengajarkan
Nikmatnya menelan perih
Mengais ribuan pinta
Selalu ada di…
Senandungku: Puisi Yurattia Yudian
Bilaku berdiam di detak waktu, hanya engkau yang tahu apa di dalam pikirku
Bilaku…
Kusimpan Rapi: Puisi Sariana
Saat ini,
Matahari berbaik hati,
Menebarkan senyum hangatnya yang ramah.
Selimut cinta…