Kategori Pencarian
Puisi
Gelombang Prof Embe’: Puisi Mohammad Ayyub
Sejauh memandang lautan airnya tampak tenang, debur ombak meriak perlahan. Siapa duga…
Februari Temani Aku: Puisi Bunda Swanti
Februari temani aku karena pada setiap
harinya bertengger alismatamu yang indah…
Taman Tamadun: Puisi Wahyu Mualli Bone
Sejatinya keluarga bunyi-bunyian sebagai penghuni muka dan perut Ardha, meliputi keluarga…
Wak Wak: Puisi Wahyu Mualli Bone
Wak Wak, jarang-jarang kita kumpul serentak, apa hal ini.
Wak Wak, sedapnya cakap apa.…
Agama Hitung Cepat: Puisi Rian Harahap
agamanya adalah hitung cepat
berpacu dengan fantasi kursi
berpacu melodi senayan…
Mengenang Kepulanganmu: Puisi Bunda Swanti
Runcing rasa menusuk helai cita
Katamu lelah menjadi kepala sekolah
Lantas kau pun lulus…
Iqtibas Sagu dan Ruyung: Puisi Wahyu Mualli Bone
Kalau tidak dipecahkan ruyung manakan dapat sagunya.
Mengolah sagu jadi aneka santapan…
Yang Satu: Puisi Wahyu Mualli Bone
Salam sua swa
Sudah mencapai pengetahuan yang satu jangan terpaksa menduakan bahkan…
Segelas Kopi Di Kereta Api: Puisi Massittisya
Segelas kopi di kereta api,
Menerima ada di masa yang tak biasa
Mengalah pada angin yang…
Lorong Waktu: Puisi Bunda Swanti
Lorong waktu mengajarkan
Nikmatnya menelan perih
Mengais ribuan pinta
Selalu ada di…
Senandungku: Puisi Yurattia Yudian
Bilaku berdiam di detak waktu, hanya engkau yang tahu apa di dalam pikirku
Bilaku…
Kusimpan Rapi: Puisi Sariana
Saat ini,
Matahari berbaik hati,
Menebarkan senyum hangatnya yang ramah.
Selimut cinta…
Pilihan: Puisi Ade Puspita Ningsih
Laku mengalun membelah undakan
Setiap gerik melirik kepundan
Pembayun bertindak melakar…
Puisi Alang Dilaut
Sepotong jiwa,
tenggelam,
dalam gelombang birahi,
hanyut pada pohon waktu,
yang tak…
Tinggal Sekelumit: Puisi Sariana
Lekuk-lekuk senyum,
Terukir di pipi kempot.
Mata pun menatap.
Tertuju pada yang satu di…