Kategori Pencarian
Puisi
Segelas Kopi Di Kereta Api: Puisi Massittisya
Segelas kopi di kereta api,
Menerima ada di masa yang tak biasa
Mengalah pada angin yang…
Lorong Waktu: Puisi Bunda Swanti
Lorong waktu mengajarkan
Nikmatnya menelan perih
Mengais ribuan pinta
Selalu ada di…
Senandungku: Puisi Yurattia Yudian
Bilaku berdiam di detak waktu, hanya engkau yang tahu apa di dalam pikirku
Bilaku…
Kusimpan Rapi: Puisi Sariana
Saat ini,
Matahari berbaik hati,
Menebarkan senyum hangatnya yang ramah.
Selimut cinta…
Pilihan: Puisi Ade Puspita Ningsih
Laku mengalun membelah undakan
Setiap gerik melirik kepundan
Pembayun bertindak melakar…
Puisi Alang Dilaut
Sepotong jiwa,
tenggelam,
dalam gelombang birahi,
hanyut pada pohon waktu,
yang tak…
Tinggal Sekelumit: Puisi Sariana
Lekuk-lekuk senyum,
Terukir di pipi kempot.
Mata pun menatap.
Tertuju pada yang satu di…
Cemeti di Ambang Waktu: Puisi Ewi Helwiya
Detik demi detik berlalu menjemput akhir
Langkah semakin gontai
Tonggak finish rapuh…
Prelude Sebuah Pantai: Puisi Akmal Nasery Basral
Mendung bergayut di cakrawala
hingga kaki langit
mata badai bergulung
menuju pantai…
Bila Lampu Tiada Berarti: Puisi Sariana
Sebuah lampu,
Tak ada artinya,
Bila dinyalakan di bumi yang penuh cahaya.
Tapi,…
Ibu: Puisi Fedli Azis
Sebelum katup mata sendumu, biar ku kecup keningmu. Agar aku senantiasa ada dalam tidurmu…
Abadilah Cintaku: Puisi Sariana
Pagi ini,
Hati jadi sejuk.
Februari telah tiba dengan senyuman.
Angin,
Belum hendak…
Januari Tinggal Sekelumit: Puisi Sariana
Cahaya panas,
Sudah mulai mengintip di sela-sela daun.
Namun,
Kehangatannya tak mampu…
Tragedi Buah Mangga dan Kelelawar: Puisi Anis Deniartono
Di teras depan rumah,
Duduk santai menyemburkan asap cerutu
Ditemani secangkir kopi…