Cerpen Hanifa Khairunnisa

LAPAR


            Di kota Jakarta, terdapat keluarga inti yang harmonis. Mereka dikaruniai seorang anak yang dinamakan Toni. Toni adalah anak yang disayangi oleh kedua orangtuanya. Ia diberi pakaian, mainan, dan makanan yang layak. Toni hidup dengan keluarga yang kaya dan mampu memenuhi hidup mereka.

            Setelah beberapa tahun, Toni bertambah umur. Sekarang berumur 9 tahun. Ia memiliki perilaku yang sangat tidak bagus. Toni tidak ingin makan dan hanya mau bermain dengan teman temannya. Pada hari Minggu, Ayah dan Ibu Toni akan mengajaknya ke taman bermain kota. Ia sangat senang. Tetapi sebelum berangkat Toni harus sarapan terlebih dahulu. Ia sangat tidak ingin sarapan, ia hanya memikirkan tentang taman bermain itu. Setelah berjalan waktu lima menit, nasi goreng dan susunya mendingin dan ia tidak ingin menghabiskannya, sampai ia bosan dan membuang sarapannya keluar. Ia berbohong kepada orang tuanya bahwa ia telah menghabiskan sarapannya. Ayah dan Ibunya percaya, maka meraka langsung berangkat ke taman bermain kota.

            Saat dijalan mereka bertemu anak seorang diri. Anak itu bernama Rudi, ia sedang mengemis uang kepada orang dan berkata “saya belum makan Pak/Buk”. Badannya sangat kurus dan tulangnya menembus kulit.  Sampai di taman bermain, Toni bertemu dengan teman temannya dan bermain bersama. Ia tidak memikirkan bahwa ia belum sarapan sama sekali.

            Sesaat sampai dirumah, Toni bertemu dengan pengemis tadi. Ia bertanya, “mengapa kamu disini?” pengemis itu berkata “Aku ingin makan”. Toni menyadari bahwa ia juga belum makan. Ia telah membuang makanannya ke luar. Lalu Toni bergegas dan memberi nasi goreng dan susu kepada pengemis itu. Ia merasa bersalah karena sudah berbohong. Toni menyadari bahwa ia seharusnya menghargai penghasilan orang tuanya. Ia merasa bersalah bahwa ia sudah berbohong.

            Pada hari itu, ia mengatakan ke orang tuanya bahwa ia belum sarapan. Mereka tidak marah tetapi mengatakan bahwa “Toni tolong jangan diulangi lagi”.

            Setelah kejadian itu, Toni berjanji bahwa ia tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. Dan ia menjadi anak yang jujur dan akan selalu menghabiskan makanannya.

Duri, 16 November 2021


Hanifa Khairunnisa siswa SMPS Cendana Mandau 2020/2021. Kelahiran Palembang, 07 Agustus 2008. Hobbi digital drawing. Prestasi memenangkan juara 6 lomba piano tingkat provinsi di Opus Nusantara, Pekanbaru, dan memenangkan juara 5 lomba piano tingkat less Betha di Duri.

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan