


PEKANBARU-TIRASTIMES:-Dosen Program Studi Akutansi Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Lancang Kuning (Unilak) Riau melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di Sekolah Diniyah Putri Pekanbaru, Senin 8 Januari 2024.
Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat yayasan Sekolah Diniyah Putri Pekanbaru di Jalan kyai Haji Ahmad Dahlan Pekanbaru tersebut diikuti 30 orang siswa Sekolah Diniyah Putri Pekanbaru yang terdiri dari 10 orang siswa ibtidaiyah, 10 orang siswa Tsanawiyah dan 10 orang siswa Aliyah.
Pengabdian Masyarakat ini dalam bentuk penyuluhan dan sosialisasi terkait mencintai lingkungan melalui pengelolaan sampah dengan prinsip Zero waste 3R, oleh Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Lancang Kuning (FE Unilak) Riau yakni Dr Jeni Wardi SE MAk Ak CA, selaku Ketua tim dengan anggota tim Liviawati SE MSi Ak CA dan Gusmarila Eka Putri SE MAk, serta dua orang Mahasiswa yakni Putri Sari Sevriyanti dan Deliana Erica.
Jeni Wardi dalam pemaparannya menyampaikan, Zero waste menjadi suatu pandangan baru dalam manajemen sampah, mengingat isu sampah telah mencapai level yang menghawatirkan. Isu sampah, terutama sampah plastik, menjadi perhatian serius karena produksi plastik terus mengalami peningkatan.
“Pada umumnya program zero waste sudah dapat dikatakan berjalan dengan baik, namun masih ada kendala yang dialami antara lain kurangnya fasilitas terutama pada armada pengangkutan, dimana saat ini armada pengangkutan yang dimiliki masih sedikit sehingga kurang mampu menunjang pelaksanaan program,” sebutnya.
Dia menambahkan bahwa rendahnya kesadaran masyarakat juga menjadi faktor penghambat dalam mewujudkan zero waste.
“Setelah kegiatan pengenalan konsep gaya hidup zero waste, kegiatan ini telah memberikan pemahaman mengenai pengertian, manfaat dan pentingnya menerapkan gaya hidup bebas sampah sejak dini yang diharapkan dapat terus diterapkan oleh warga sekolah Madrasah Tsanawiyah Diniyah Puteri baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari,”jelasnya lagi.
Agar program Zero Waste ini berjalan efektif menurutnya perlu dilakukan kegiatan lanjutan dan monitoring evaluasi agar lebih melekat dan tertanam budaya peduli pengelolaan sampah sejak dini.
“Selain itu perlu komitmen dari pihak sekolah terhadap pengelolaan sampah baik dari aturan dan membentuk budaya sejak dini,” pungkasnya. ***