Dukung Kerja di Lapangan, Penyuluh KB Wajib Manfaatkan Teknologi

PEKANBARU,tirastimes – Penyuluh Keluarga Berencana (KB) yang ada di Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kantor Perwakilan Provinsi Riau wajib memanfaatkan teknologi informasi untuk mendukung pekerjaan di lapangan.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Riau, Agus P Proklamasi menyebut kemajuan teknologi saat ini menuntut pelayanan selalu aktif. Maka dengan bantuan perangkat teknologi informasi, maak penyuluh KB dapat bekerja dimanapun dan kapanpun.

Ia menyebutkan di Riau saat ini terdapat 93 Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB)/Penyuluh KB (PKB) dengan wilayah binaan 1.863 desa/kelurahan. Sehingga rata-rata satu penyuluh KB membina sekitar 10 desa.

“Sebanyak 1.863 desa itu, idealnya untuk satu desa harus tersedia tiga PLKB, namun kenyataan sekarang rata-rata satu PLKB untuk 10 desa, bahkan ada tiga kecamatan dengan satu PLKB,” ungkapnya.

Pasca pengalihan status penyuluh KB menjadi aparatur sipil negara (ASN) per 1 Januari 2018, Agus Proklamasi meminta penyuluh agar bekerja lebih fokus dan efektif. 

“Menyandang status ASN itu berati kita menjadi pelayan masyarakat. Jangan semangat bekerja karena uang, tapi untuk melayani masyarakat, ungkapnya.

Terkait batasan minimum usia nikah, para penyuluh dan kader KB harus mampu memberikan wawasan yang sederhana namun logis terkait pendewasaaan usia nikah. Sehingga tercipta kesadaran pribadi untuk mewujudkan keluarga yang sehat dan berkualitas. (US)

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan