Syair Imago Dei: Mencinta (Catatan Cinta Prof Yusmar Yusuf) – M. Rizal Ical

Dengan bismillah mulai goresan
Meneroka maksud dalam tulisan
Tuan membawa angin perubahan
Hamba melambai jengah pertemuan

Bicara cinta seluas semesta
Bermula tutur ungkapan kata
Kemudian berlanjut ranah cerita
Ungkapan mesra jalinan nyata

Tersebab cinta berdenyut hayat
Selisih jarak begitu dekat
Tanpa cinta umpama mayat
Gairah hilang bersandar penat

Dalam bercinta hubungan sepadan
Timbul paham naluri terdepan
Buta mata pesona kelabuan
Atau cahaya penuntun jalan

Makna cinta sulit ditebak
Terlalu berbelit telusur kehendak
Perasaan puas paling tidak
Ikut kembara cepat menghentak
Tuan mengutip sebuah pendapat
Terimakasih awal landas berpahat
Cinta tulus murni hakikat
Meski kadang menanggung akibat

Cinta kandung perbuatan baik
Seribu kekuatan mendaya tarik
Puncak gelora walau berbisik
Rela berkorban nyawa tercabik

Bukan sekadar semata naluri
Bawaan asali pengakuan diri
Cinta membuah jiwa berseri
Berlenggok takjub semesta tari

Isyarat tasawuf memberi pandangan
Wujud cinta milik Tuhan
Ketika tiada milik bermunculan
Alam benderang menyibak kegelapan

Wujud cinta adalah cahaya
Tidak peduli datang bahaya
Lemah berganti tenaga berdaya
Hidup bergumul indah budaya

Terkagum diri kalimat asal
Bahwa cinta melampaui akal
Buntu berpikir berujung bebal
Layu telentuk menuju pangkal

Allah mencipta sesuai bentuk
Sisian ruh semua makhluk
Renjana gelora menuju pucuk
Terbitlah madu nikmat direguk

Maka terbitlah agama cinta
Sebenderang gelap bersumbu pelita
Menuntun hidup tanpa dipinta
Risalah Tuhan rahmat semesta

Pengetahuan cinta muncul kemudian
Sesama insan berbelas kasihan
Saling mendukung beri penguatan
Mengenggam jemari satu perasaan

Seiring tabiat sukar ditebak
Hadir cinta membawa semarak
Laku liku mewangi semerbak
Ujaran kasih lantun serentak

Sang penghayat menyauk makna
Pengembara sembur cinta renjana
Tidak semata karya mempesona
Laluan berpikir arif bijaksana

Kecil besar tersempuk angau
Bahkan cinta menyapa tungau
Mengajak angin lembut mendesau
Bahkan mati gantung pelalau

Tuan bergumam menolak ratap
Tiupan cinta saling bersedekap
Tanpa jarak geram meratap
Jemari mengenggam rayuan mantap

Elusan cinta berbatas tidak
Desah lembut tanpa teriak
Arung bahtera seluas tampak
Tersadai puas terjungap riak

Terimakasih tuan tulisan menawan
Walau belum bersatu genggaman
Teringin hendak berjabat tangan
Sebab cinta tangkup sandaran

Kelapapati, 22 Zulhijjah 1442 H

M. Rizal Ical

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan