Ganjal: Puisi Wahyu Mualli Bone

131

Sudah tiga kepala yang dilalui, membawa sebilah pisau dan timba menuju rimba.

Sudah tiga kepala dilangkahi, meninggalkan jejak yang memungkinkan ingat setiap pijakan.

Sudah tiga kepala ditimbun, membawa parang dan cangkul, menancapkan satu persatu hingga pancang terakhir.

Masih belum puas, ingin menambah lagi untuk dilalui, dilangkahi apalagi ditimbun. Biar benar-benar puas melihat kaki-kaki menjulang ke awan, subur disapa angin.

Sudah kepala tiga yang dilalui, semakin banyak kepala-kepala yang ditimbun, kait-mengait kaki satu sama lain, hujan panas langit atapnya.

Ganjil, ganjal bermaksud kemana kepala mengarah dan dimana kaki berpijak.

Ingin mimpi basah bersama kepala, saling tatap, bincang ringan bahkan curhat.

Ingin mimpi panas bersama kepala, sama-sama berkeringat bahkan lebih, karena dalam mimpi banyak hal aneh bisa terjadi.

Riwayat anak getah, alirkan hangat, mengubur penat, jika mungkin pula. Nyatanya tanya menebarkan aroma segar keluarga pandan, lidah dan kamu semua.

Sampai nanti, kamu benar-benar memandang gejolak mimpi ini saat kepala kita di tempat yang sama.

Diganjal kepala berapa anak getah sepusat getih.

Bukit Batu, 19 November 2023

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan