Jokowi Ingin Anggaran Jumbo PUPR Dongkrak Ekonomi

JAKARTA – TIRAS TIMES || Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan Kementerian PUPR mendapatkan anggaran terbesar tahun ini, yakni Rp149,8 triliun. Ia mengingatkan agar anggaran tersebut berdampak signifikan dalam mendorong pemulihan ekonomi di sektor konstruksi.
“Saya ingin ingatkan seluruh jajaran Kementerian PUPR agar anggaran besar ini memiliki dampak signifikan, memberikan daya ungkit ekonomi, buat sektor konstruksi nasional bergeliat kembali,” ungkap Jokowi dalam Penandatanganan Kontrak Paket Tender/Seleksi Dini Kementerian PUPR TA 2021, Jumat (15/1).

Jokowi menjelaskan jika sektor konstruksi bergerak, maka akan memberikan efek ganda (multiplier effect) kepada sejumlah sektor. Beberapa efek ganda yang dimaksud, seperti menggairahkan lagi sektor baja, besi, semen, alat berat.

“Multiplier effect juga ke sektor informal, seperti pedagang makanan dan minuman, kos-kosan dan lain sebagainya,” terang Jokowi.

Kepala negara juga mengingatkan agar jajaran di Kementerian PUPR bekerja maksimal dan di luar kebiasaan (extraordinary). Misalnya, kata Jokowi, proses eksekusi proyek padat karya harus lebih cepat karena akan menambah lapangan pekerjaan untuk masyarakat.

“Meski bekerja cepat tapi tidak berarti mengabaikan tata kelola. Prosesnya harus benar. Transparan, sesuai aturan,” jelas Jokowi.

Sebagai informasi, Kementerian PUPR menyerap anggaran sebesar Rp100,9 triliun pada 2020. Angka itu setara dengan 94 persen terhadap pagu harian yang sebesar Rp107,3 triliun.

Sementara, jika dilihat dari pagu dalam Perpres Nomor 72 Tahun 2020 yang sebesar Rp75,6 triliun, maka penyerapan anggaran Kementerian PUPR mencapai 133,4 persen. Jumlah realisasi penyerapan anggaran tahun lalu naik tipis dari 2019 yang sebesar Rp100,6 triliun.(juns /cnni)

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan