Kita Bisa Mengubah Dunia

KITA BISA MENGUBAH DUNIA

Oleh : Wan Muhammad Hasyim (Owner 102 Idolmart & Ketua Umum Asosiasi Masyarakat Ritel Indonesia) 

Menyimak perkembangan global saat ini, banyaknya gejolak di berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia, yang sebagian besar berisikan kabar negatif dan pesimis, saya hanya mau berkomentar bahwa selalu dibalik semua isu itu selalu dilandasi masalah yang berhubungan dengan motif ekonomi. Negara kita (seperti juga negara lain) yang memiliki sumber daya alam yang luar biasa besar akan menjadi incaran dari sejak dahulu sampai saat ini dan seterusnya di masa mendatang. Sejak zaman purbakala, perperangan dan perpecahan, penjajahan terjadi karena memperebutkan sumber-sumber kekayaan alam dan akan terus berlanjut sampai akhir zaman. 

Saya tidak akan meneruskan untuk menyampaikan sebagian besar berita negatif yang membuat kita selalu “mengurut dada” jika membacanya, kita harus optimis bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar, negara yang dikaruniai kekayaan dari Maha Pencipta. Sumber kekayaan alam dan jumlah penduduk nomor 4 di dunia adalah kekuatan bangsa ini untuk tumbuh menjadi negara terbesar. Pertanyaannya sekarang apa yang bisa kita lakukan untuk menyikapi, memperbaiki, melangkah untuk maju ke depan? 

Kutipan tulisan di kuburan tua di Inggris ini menjadi favorit saya;

SAAT AKU KECIL AKU BERMIMPI MENGUBAH DUNIA, NAMUN TERNYATA DUNIA TIDAK BISA KU-UBAH 
SETELAH REMAJA AKU BERMIMPI MENGUBAH NEGARAKU, NAMUN TERNYATA NEGARA JUGA TIDAK BISA KU-UBAH
SETELAH DEWASA DAN MENJADI LEBIH ARIF, AKU HANYA BERMIMPI MENGUBAH KELUARGAKU, NAMUN SEKALI LAGI KELUARGAKU TIDAK BISA KU-UBAH
SETELAH MENJELANG AJAL BARU KUSADARI (ini yang paling menyedihkan), BAHWA SEBENARNYA YANG HARUS AKU UBAH ITU ADALAH DIRIKU SENDIRI.
JIKA DIRIKU BERUBAH, BUKAN HANYA KELUARGA DAN NEGARA, BAHKAN DUNIA PUN BISA KU-UBAH
Inilah gambaran dari sebagian besar diri kita, saat belum masuk sekolah mau jadi Presiden, setelah SD cita-cita mengecil ingin menjadi gubernur, saat SMP mengecil lagi menjadi camat, akhirnya setelah tua hanya ingin menjadi ketua RT😀
Kita selalu mengeluh hal yang berada diluar kontrol diri kita (un-control) dan bahkan ingin mengubahnya. Kita mengeluh tentang Pemerintah dalam memimpin negara ini, mengeluh tentang kebijakan Pemda dll yang semuanya diluar kontrol. Apa gunanya kita mengeluhkan Jakarta yang semakin macet dan terus banjir. Terus apa yang berada dalam kontrol kita (in-control)? Adalah diri kita sendiri. Misalnya kita berbisnis, kita perbaiki bisnis kita sehingga bisa berkembang dan maju yang akhirnya kita menjadi seorang pengusaha yang sukses. Suatu ketika kita akhirnya ikut mencalonkan diri menjadi gubernur Jakarta dan akhirnya terpilih, maka….kita bisa mengubah dan memperbaiki jakarta. Setelah Jakarta sukses, kita mencalonkan diri lagi menjadi Presiden dan akhirnya terpilih, maka….kita bisa mengubah Indonesia. DENGAN MENGUBAH DIRI KITA SENDIRI, MAKA KITA AKAN BISA MENGUBAH DUNIA. 
Saat kita bekerja sebagai seorang staff karyawan kita selalu mengeluh dan mengkritik departemen dan  manajer kita, bahkan mengecam kebijakan direktur perusahaan, namun karena itu faktor un-control maka tidak akan menghasilakan perubahan apa-apa. Sebaiknya yang kita lakukan adalah fokus pada faktor in-control, yakni mengubah diri kita. Perbaiki cara kita bekerja, lebih loyal, meniti karir dan akhirnya kita bisa menjadi seorang Manejer. Disaat menjadi manejer kita bisa mengubah departemen, kemudian berlanjut saat kita menjadi direktur kita bisa mengubah perusahaan. DENGAN MENGUBAH DIRI KITA, KITA AKAN BISA MENGUBAH DILUAR DIRI KITA. 

Kebanyakan dari kita ingin mengubah orang lain, anak dan keluarga seharusnya berubah, teman kita sebaiknya berubah, karyawan kita berubah, pemimpin kita berubah, pokoknya seluruh orang dimuka bumi ini harus berubah….. kecuali diri kita sendiri. Jangankan karyawan atau teman, anak dan istri pun tidak bisa kita ubah. Saya tidak bisa mengubah anak saya,  yang bisa saya lakukan adalah mengubah diri saya terlebih dahulu, berikan kasih sayang, berikan suri tauladan sebagai ayah yang baik maka “otomatis” sikap anak saya akan berubah terhadap saya. Saya tidak bisa mengubah karyawan saya, tetapi dengan mengubah diri saya terlebih dahulu, memberikan perhatian, memberikan motivasi dan kompensasi yang lebih baik maka “otomatis” karyawan saya akan berubah. DENGAN MENGUBAH DIRI KITA, MAKA KITA BISA MENGUBAH SEMUA ORANG. 
Bagaimana kita mulai mengubah diri kita? Nasehat yang sangat bijak adalah, BAGAIMANA HARI INI BISA LEBIH BAIK DARI HARI KEMARIN, BAGAIMANA HARI ESOK BISA LEBIH BAIK DARI HARI INI. Marilah mulai saat ini juga kita mengubah diri kita agar selalu menjadi lebih baik, prosesnya bertahap dan kita lakukan dari hari-kehari. Kita terus belajar, memperbaiki dan mengembangkan kemampuan diri kita. 

Bangsa kita adalah bangsa yang besar dan pernah berjaya, Sriwijaya dan Majapahit berkuasa sampai Asia tenggara selama ratusan tahun bisa bertahan, tumbang setelah terpecah belah. Kita adalah bangsa yang lahir dari perjuangan, bangsa yang mau bekerja dan berjuang keras, kita memiliki semua persyaratan untuk menjadi negara yang maju dan besar, asal kita disiplin dan mau memperbaiki diri karena tidak ada satu pun negara maju saat ini yang tidak dimulai dari disiplin. kita optimis suatu hari nanti Negara Indonesia akan menjadi pemimpin dunia. 

DENGAN MENGUBAH DIRI KITA, MAKA KITA BISA MENGUBAH DUNIA
Selamat bekerja, berjuang dan beribadah…

Penulis adalah Putra Baserah (Kuansing), tinggal di Sentul, Bogor

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan