Ketua PD Perti Riau, Buya Gamal: Tegakkan Marwah Melayu, Sokong Pemimpin Terpilih

80

PEKANBARU-TIRASTIMES: –  Pilkada sudah usai. Riak, riuh demokrasi mulai meredup. Ada yang tertawa, ada pula yang menangis. Yang tertawa membuat acara tasyakkuran, yang kalah memikirkan bayar hutang. Begitulah pertarungan, ada yang menang dan ada pula yang kalah. Banyak orang hanya siap untuk menang, hanya sedikit orang siap untuk kalah.

Dalam pertemuan di sebuah majelis ta’lim, Ketua Pimpinan Daerah (PD) Persatuan Tarbiyah Islamiyah(PERTI) Riau, Buya Gamal Abdul Nasir menyampaikan, di dalam sistem demokrasi Pancasila kita harus mendukung pemimpin yang menang, apakah pemimipin Republik Indonesia, pemimpin di Provinsi, pemimpin di Kabupaten/Kota.

“Bagi yang menang bersyukurlah, laksanakan semua program-program yang disampaikan ketika masa kampanye. Bagi yang kalah bersabarlah, boleh jadi Allah memberikan yang terbaik dengan kekalahan, kita tidak tau rahasia apa dibalik kekalahan itu. Yang jelas lakukanlah muhasabah”, ungkap buya Gamal.

Lebih jauh, Buya Gamal berpesan jika kita ingin maju jagalah persatuan, jangan kita bercerai berai,seperti yang dijelaskan dalam Al Qur’an surah Ali Imran ayat 103.  “Berpegang teguhlah kamu dengan tali Allah dan janganlah kamu bercerai berai.”

Kita mesti tegakkan marwah Melayu di Negeri Lancang Kuning ini. Sekarang tidak ada no 1, 2, 3, 4, 5. Yang menang adalah rakyat, kita semua adalah pemenangnya. Siapapun sebagai pemenang dialah pemimpin kita. Janganlah kita terkotak-kotak lagi. Kita beri kesempatan kepada pemimpin kita untuk melaksanakan program-program nya”lanjut buya Gamal.

Menurut Buya Gamal, di dalam ajaran Islam kita diwajibkan untuk taat kepada Allah, taat kepada Rasulullah dan patuh kepada pemimpin, seperti yang tertuang dalam Al Qur’an surah Annisa ayat 59.

“Sebagai orang Melayu dan semua rakyat yang bermukim dibumi Riau mestilah kita meyakini tunjuk ajar Melayu yang dicetuskan pejuang sastra Melayu, Datuk Seri Tennas Effendy. Seperti dalam ungkapannya. Taat pada pemimpin dilakukan dengan suka rela demi menjunjung titah Raja dan tuah atau kemakmuran negeri.

“Mari kita tegakkan kembali kejayaan Melayu yang telah merambah sampai keceruk ceruk pelosok dunia. Saya teringat dengan goresan Allahirham Tennas Effendy :

Titah pemimpin harus berimbang.
Agar putusan tiada menyimpang.
Titah pemimpin haruslah bijak.
Di situlah harapan rakyat berpijak.

Semoga Riau menjadi negeri yang baldatun thoiyibatun warobbun ghofur”, tutup buya Gamal. (/ns/ril)

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan