Ketum DDII Pusat Kukuhkan Akademi Dakwah Indonesia (ADI) Riau, Dihadiri Wakil Walikota Pekanbaru

Pekanbaru,- Ketua Umum  Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII) Pusat, Dr. Adrisn Husaini, M.Si secara resmi mengukuhkan Akademi Dakwah Indonesia  (ADI) Riau .Dihadiri dan disaksikan Wakil Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi, Ketua DDII Riau, H. Rustam Effendy, MA dan sejumlah pengurus, Ketua ADI Riau, Dr. Nurdin Abdul Halim,  pemuka masyarakat di lingkungan ADI dan para mahasiswa dan dosen. Sabtu (9/10), di Pekanbaru.

Ketum DDII Pusat, Adrian Husaini menyebutkan dalam pidatonya  keberadaan ADI Riau merupakan program DDII di bidang pendidikan dakwah Islam yang berafiliasi dengam Sekolah Tinggi Dakwah Islam (STDI). Oleh sebab itu, para mahasiswa ADI yang sudah tamat nanti otomatis dapat melanjutkan ke STDI M. Natsir yang berada di Propinis DkI Jakarta.

Lanjutankan,bahwa    mengemukakan sejak awal para mahasiswa harus meluruskan niat dalam menuntut ilmu dakwah di ADI jangan cari gelar.

“Saya sempat berbincang dengan Ketua APTISI Pusat beberapa waktu lalu, orientasi pendidikan tinggi di Indonesia kini sudah berubah. Para lulusan PT lebih mementingkan  sertifikasi dan  efisiensi dalam studi. Sekitar

48% PT menerapkan blended learning. Kegiatan perkuliahan lebih fokus secara daring. Seperti Universitas  Siber Indonesia yang dikelola Muhammadiya lebih menerapkan Massive Online Course (MOC),” kata Adian.

Dijelaskan, pada Era Disrupsi kini sebenarnya pola pendidikan pesantren seharusnya lebih  siap. Sebab lebih mengutamakan tiga aspek penting yakni Akhlak, Adab dan  Ibadah.

Ketua Bidang Pendidikan DDII Pusat, Bujang Habibie menambahkan, ADI Riau merupakan akademi yang ke-25 sebagai kelanjutan STID M. Natsir dalam melahirkan kader-kader dakwah Islamiyah. Direncanakan, dalam jangka panjang, setiap provinsi dan kabupaten/ kota di Indonesia harus memiliki ADI.ADI pertama berdiri di Sambas, Kalimantan pada tahun  2007.

Sementara Wawako Pelanbaru, Ayat Cahyadi dalam menyambut baik berdirinya ADI  Riau yang dapat menyiapkan kader-kader dakwah Islamiyah bagi masyarakat yang membutuhkannya.

Ayat menceritakan pengalamannya saat menyusuri kawasan pinggiran kota Pekanbaru dimana masih ditemukan masyarakat Islam yang masih terbatas fasilitas rumah ibadah dan aktivitas ibadahnya.

Ayat saat ini juga menjadi Ketua SerikatTani Islam Infonesia (STII) Riau yang mrngembangkan bibit padi unggul Tri Sula dimana bisa panen dalam 75 hari.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DDII Riau, H. Rustam Effendy menyampaikan, keberadaan ADI Riau sebagai salah satu program DDII merupakan pelanjut cita-cita pendiri DDII, Dr. M. Natsir.

Di awal acara, Ketua ADI Riau, Dr. Nurdin Abdul Halim melaporkan, gedung tempat kegiatan ADI yang terletak di depan RS Ibnu Sina, Jl. Melati Pekanbaru merupakan bangunan yang selama ini dikelola oleh LAZNAS DDII. Untuk tahun pertama ini, ADI Riau menerima 10  mshasiswa yang berasal dari beberapa kabupaten di Riau dan Provinsi Jambi. (ns)

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan