Pada suatu senja
Gerimis masih saja merinai
Sedangkan daun kering bersetubuh
Untuk menjadi pupuk ditanah basah.
Lentik jemarimu yang lelah
Memintal suka sejak pandang pertama
Hingga kerdipan sayu memukau hati
Dalam dekap lungun.
Malam itu, selaras luka; mari lupakan
Keping harap kita satukan di hamparan syahdu
Kunang kunang baru saja menyusuri malam
Gelap yang tidak lagi kelam
Telah terang dalam ribuan cahayanya.
Kita semestinya, memiliki dan dimilki!
Bagansiapiapi, akhir Agustus 2024