Genosida Struktural: Catatan Cak AT
Pasca genjatan senjata di Gaza, suasana Gaza tampak seolah mozaik dari ironi yang tak…
Usia Bulan: Puisi Wahyu Mualli Bone
Warnanya itu itu saja
Beredarnya dari sana kemari saja
Cuma sudah bergeser sedikit…
Gurindam untuk Pemimpin Negeri: Karya Mohd. Nasir
Bila pemimpin berkata jujur,
rakyat dipimpinnya berucap syukur.
Bila pemimpin menepati…
80% Rakyat Puas, Buktikan: Catatan Cak AT
Litbang Kompas baru saja mengabarkan sesuatu yang terdengar seperti cerita rakyat modern:…
Asa Dilampiri Sunyi: Puisi Kang Thohir
Dusun Kupu menemui asa dilampiri sunyi
Di angan membalut suasana yang tak pungkiri
Aku…
Gelisah Rasa: Puisi Dienullah Rayes
resah gelisah hanura terbesar
kalau belum dialog Tuhan Maha Akbar.
gelisah sekujur…
Maldova Selayang Pandang: Puisi Sri M.Sukmayati
Alam pedesaan Moldova
Berikan keindahan
Sejauh mata memandang sawah dan kebun hijau…
Akan Kepada Siapa: Puisi Mohd. Nasir
Akan pada siapa kami berikan huruf-huruf
agar menjadi kata sama di bibir dan di hati…
Islam and The Fight for Racial Equality: By Dr. Imam Shamsi Ali
We live in a fragmented world where the consequences of racism have produced a deep-seated…
Mengelola Marah Sebagai Komunikasi Intrapersonal: Catatan Nafi’ah al-Ma’rab
Berita nasional di media sosial hari ini dihebohkan dengan pemberitaan Mendikti Saintek…
Arah Panca Indera: Puisi Dienullah Rayes
Tuhan yang Maha Sendiri
memberi insan ciptaannya
panca indera rambu-rambu kemanusiaan…
Pakai Pukai: Puisi Wahyu Mualli Bone
Boleh dikatakan tidak tergantikan tentang sebentar lagi
Kalaupun mau, bolehlah dipakai…
Bukan Soal Tahanan Berbaju Pink: Catatan Nafiah al-Ma’rab
Hal menarik dari proses pertukaran tahanan Palestina dan Israel pada hari kedua gencatan…
Biarkan Mereka Mengantuk: Puisi Kang Thohir
Ada kalanya aku ingin menyapa mereka
Namun badai melerai air mata bencana
Ada pahit yang…
Rasa Terkunci Rasa: Puisi Mohd. Nasir
Dengan bahasa apa lagi akan kami ucapkan rasa ini?
Engkau takkan paham-paham wahai…