Di Balik Kredo, Itukan Fiksi: Catatan Bambang Kariyawan Ys.
Imajinasi
Menikmati karya sastra berarti menikmati hasil proses imajinasi. Imajinasi yang…
Lanun Alang Tiga Dan Pemimpin Melayu: Catatan Rian Kurniawan Harahap (Bagian-3)
“Dalam konteks penyerangan garnizun Belanda di Tanjungpinang tahun 1787, hubungan Kerajaan…
Ratusan Dosen Unilak Gotong Royong Sisihkan Gaji Untuk Berikan Beasiswa Kepada Mahasiswa
PEKANBARU-TIRASTIMES:-Di hari baik Jum'at, 8/Maret/2024 Universitas Lancang Kuning…
5 Narapidana di Riau Dapat Remisi Khusus Hari Raya Nyepi
PEKANBARU-TIRASTIMES:-Sebanyak 5 orang narapidana beragama Hindhu mendapat remisi…
Iranun Dalam Historikal Sejarah: Catatan Rian Kurniawan Harahap (Bagian-2)
Iranun itu arti kata asalnya adalah kasih sayang. Bangsa yang selalu rukun, bukan bangsa…
Legenda Candi Sewu: Puisi Ana Lailatul Fauziah
Malam telah tiba
Hati tercabik-cabik
Mengusik ketenangan rasa
Diantara percaya dan…
“Sang Tokoh”: Novelet Religi Wina Armada Sukardi
Pengantar:
Sebagaimana pada tiap bulan Ramadan sebelumnya, Wina Armada Sukardi (WASA),…
Lanun Alang Tiga, Metahistoria Peradaban Iranun Nusantara: Catatan Rian Kurniawan Harahap (Bagian-1)
Lanun Alang Tiga sebagai sebuah novel sejarah perlu dibaca secara utuh dan mendalam. Hal…
Arti Wahyu Mualli Bone: Puisi Wahyu Mualli Bone
Sepanjang bulat kalimat yang jarang lurus menandai kebendaan
Perhatikan
Senantiasa…
Lelaki yang Sempurna Meneteskan Tinta: Cerpen Annisa Luthfia
Ibu bercerita padaku, bahwa pada suatu malam dia mendengar acara Dari Jauh Kukirim Doa…
Raja Bulan Bertahta: Puisi Sariana
Oh, Raja Bulan!
Manakala engkau menebarkan aura
Seluruh pintu keburukan terkunci…
Mataku Buta Karenamu: Puisi Lalik Kongkar
Ini mataku yang membuta
Mata yang dulu menatapmu manja
Telah tertutup hanya nampak…
Hujan Sore: Puisi Setiabasa
Hujan telah reda
Dari jendela café Orion kulihat
Titik air bergelantungan di ujung…
Kedabu Tanggam: Puisi Wahyu Mualli Bone
Buah runcing muka masih berbunga sebelum membiakkan anak. Tidak pernah dituai, cuma…
Atan yang Merantau di Tanahnya Sendiri: Puisi Zulfadhli
Angin yang datang membelai tingkap
tingkap rumah kita yang lama terbiarkan
sejak kaki…