Oknum Pegawai Lapas diketahui bernama Derman Gultom seorang petugas Lapas Mandailing Natal Kelas IA
Didalam vedio berdurasi dua menit,Oknum petugas Lapas bertubing-tubing memukul anak santri Purba di Jalan Lintas Natal-Muara Batang Gadis kabupaten Mandailing Natal,mengakibat korban SR dibagian wajahnya babak belur dipukuli oleh oknum ASN Lapas Mandiling Natal.
Berdasarkan informasi yang dikutip Indozone, korban SR bercerita bahwa dia dipukuli oleh oknum Lapas bernama Gultom . Korban SR saat berlibur sekolah di Pasantren Purba ,Ia (korban) diseruh orantuanya untuk pembawa beca bettor ke Bengkel. Saat tiba daerah tikungan, Becak yang dikendarai SR tak sengaja, menyenggol mobil Toyota milik Gultom hingga penyok dan SR tersungkur ke jalan
“Saya masuk keparit,bukan ditolongnya. Malah saya dipukulin oleh bapak itu sampai wajah saya berdarah,” Kata SR Korban Penganiayaan
Usai korban dipukulin oleh Oknum lapas, Warga sekitar tempat kejadian menolang SR . Kemudian korban dibawa rumah sakit terdakat dengan gunakan kendaran becak. Namun ditengah jalan,pelaku menghentikan beca yang dibawa warga untuk masuk ke mobil pelaku.
“ Saya dimasukan ke mobil milk oknum Lapan,Rupanya bukan dibawa di rumah sakit. Malah di pukul lagi dekat sungai. Dan saya diancam mau dibunuh,Paparnya
Setelah menganiaya SR, Gultom lantas cepat-cepat kabur begitu melihat warga mulai berdatangan ke lokasi penganiayaan.
Sementara itu,Kapolres Mandailing Natal AKBP Horas Tua Silalahi mengatakan, kasus itu kini sudah ditangani oleh pihaknya. Ia meminta seluruh pihak untuk tidak terpancing emosi atas kejadian ini.
“Mohon dukungan kepada semua masyarakat agar situasi tetap kondusif,” kata Horas.
Akibat penganiayaan itu, SR yang merupakan santri di Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Baru, Mandailing Natal itu, mengalami luka-luka di sejumlah bagian wajahnya. Hidung dan pelipis matanya berdarah dan kepalanya harus diperban.
Untuk diketahui, mobil milik Gultom adalah jenis Toyota warna hitam bernomor pelat BK 1583 RK.
Beberapa saat sebelum dijebloskan ke dalam sel tahanan, Gultom masih sempat merekam wartawan yang merekamnya. (indozone)