Penggiat vs Pegiat Literasi, yang Mana Kamu?: Catatan Nafi’ah al-Ma’rab

290

Dalam sebuah kelas pelatihan literasi, seorang instruktur bertanya kepada pesertanya, apa beda penggiat dan pegiat?

Semua bisik-bisik. Definisinya mudah, tetapi faktanya sulit dilaksanakan.

Sederhananya begini, penggiat itu kalau kamu jadi orang yang bergiat, ngisi pelatihan sana-sini plus rutin menghasilkan tulisan juga. Sementara pegiat kamu cuma nulis aja, tidak bergiat di sebuah komunitas atau organisasi literasi lainnya.

Bagaimana kalau yang cuma sibuk ngisi-ngisi dan tidak menulis? Nantilah kita cari definisi yang tepat.

Menulis dan Pertanggung jawaban

Saya selalu memaksakan diri untuk terus menghasilkan tulisan secara berkala, apakah momen lomba, kirim ke media, atau coba-coba menembus penerbit.

Saya harus menulis, karena saya sudah terlanjur dikesankan khalayak sebagai penulis, maka saya ya harus menulis. Saya harus bertanggung jawab bahwa saya sudah berada di dunia literasi ini bertahun-tahun.

Apa gunanya kamu mengisi kegiatan literasi, tetapi tidak menghasilkan produk literasi? Karena dunia literasi ini bukan teori, dunia praktik.

Wujud kamu memahami literasi sampai pada level menghasilkan produk intelektual literasi itu sendiri, lalu mengkampanyekannya ke khalayak.

Apa artinya kamu mengajarkan orang untuk menulis, tetapi kamu sendiri tidak punya tulisan? Dunia literasi ini bukan dunia motivator, dia praktik yang dibuktikan dengan pengetahuan dan daya pikir kritis terhadap sesuatu.

Demikian pula tradisi literasi itu sendiri. Tradisi literasi adalah tradisi berpikir kritis, berpengetahuan, dan bisa membandingkan dari sekadar memahami sesuatu.

Jika kamu merasa dekat dengan literasi, tetapi nyaman tidak berkarya, maka sejak sekarang tamparlah wajahmu itu. Sembunyikan sejenak sampai karyamu terpublikasi.

Bukankah Forum Lingkar Pena ini dikelola capek-capek oleh pengurusnya untuk kaderisasi penulis? Lalu kenapa kamu tidak menulis?

Orang-orang memberikan donasi tak putus-putus ke organisasi ini, tetapi kenapa kamu mempersiakannya dengan tidak merealisasikan tujuan dan visi misinya itu?

Menulislah sebagai bentuk pertanggung jawaban. Menulislah karena kegelisahan. Menulislah karena kesadaran akan misi besar yang ada di pundakmu. Kamu anggota Forum Lingkar Pena.

Sekali lagi seperti yang saya katakan, saya pun memaksakan diri. Tidak ada orang-orang yang hebat tanpa memulainya dari awal. Paksakan dan paksakan diri untuk memulainya.

Jadi, mari ikuti kegiatan-kegiatan pembinaan, mulai dari sana. Organisasi ini sudah memfasilitasi. Kita tidak sedang menasihati tanpa arah yang jelas.

Kita mewadahi secara nyata. Jadi, marilah mulai rutin menulis.

De Daikos, 29 Oktober 2024 Pukul 16: 30 WIB

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan