Persimpangan Dua Sajadah: Puisi Daris Kandadestra

56

Persimpangan dua sajadah
Antara hakikat dan khayalan yang kian kabur tatkala waktu terus berputar
Hanya doa yang dapat menuntunku pada nurMu.
Di satu sisi terhampar lautan duka yang dalam
Dengan deburan ombak yang memecah keping hati
Namun di sana pula tersimpan harap
Harapan Yang menggelora dalam sanubariku seakan tak habis mati.

Di sisi lain terbentang lembah bahagia yang menawan
Dengan aneka bunga dan buah yang lezat di siang hari
Namun di sana pula terdapat jebakan yang meruncing
Mengancam dalam setiap hiruk pikirku yang penuh ragu.

Aku terdiam, merenung pada kehendak-Nya
Memohon petunjuk tuk selalu memilih jalan yang diridhai-Nya

Berita Lainnya

Dan pada akhirnya
Aku bersimbuh dalam kekuatan doa
Pada langkah di jalan yang penuh onak dan duri.

Persimpangan dua sajadah
Tempatku mencari kebenaran
Berat maupun ringan dalam setiap perjalanan
Dalam setiap ruang dan waktu yang kian membingungkan.
Kemanapun aku berjalan
Aku dalam genggamannya.

Tuah Madani, 1 tahun yang lalu.

 

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan