Terdengar kah Riak ceria sungai mengungkap cinta hulu ke hilir?
Kini diam seribu bahasa, tersipu malu oleh limbahmu.
Jua lengking jerit mesin pemotong memohon belas kasih.
Terhadap pohon tua yang hampir roboh oleh tamakmu.
Rimbun belantara kau modis sesuka hati.
Hingga hewan menggerutu kebingungan mencari rumah.
Akar yang dahulu erat melipat tanah.
Memanjat doa terganti coran semen menjulang gagah.
Seolah mengacungkan jari tengah pada Pencipta.
Siapa tersalahkan akan petaka kini terlampir.
Menelan jiwa, juga di antara nyawa bayi tanpa noda.
Menjadi korban banjir parah?
Tersapu alam, kini alam menyapu jiwa.
Menyapu kota, menyapu desa.
Menyapu setiap lorong, bak air Bah gagah meluap marah.
Sadarlah, mahluk durjana!
Bersahabatlah dengan alam.
Jaga lingkungan, tingkatkan iman.
Karena sampah bukan warisan.
Aceh, 19 Desember 2025.