Jet Tempur Boramae Hasil Duet Korsel-Indonesia Lepas Landas

JAKARTA – TIRASTIMES : Korea Selatan baru saja meluncurkan prototipe jet tempur pertamanya hasil kolaborasi dengan Indonesia. Dalam acara yang diadakan di markas Korea Aerospace Industries di kota Sacheon pada Jumat (9/4), Menteri Pertahanan Indonesia, Prabowo Subiawnto turut hadir.

Seperti dilansir Yonhap dan The Korea Herald, Minggu (11/4/2021) diketahui jet tempur tersebut memiliki warna abu-abu, dan dinamai KF-21 Boramae.

Acara itu diresmikan langsung oleh Presiden Republik Korea Moon Jae-In, didampingi Menteri Pertahanan Republik Korea Suh Wook dan Menteri Defense Acquisition Program Administration (DAPA) Kang Eun-Ho. Sementara itu, Kehadiran Prabowo mewakili Presiden Joko Widodo (Jokowi) sekaligus melanjutkan kerja sama pertahanan kedua negara.

“Mewakili Presiden Joko Widodo beliau bicara masalah kerjasama pertahanan kedua negara termasuk kerja sama industri pertahanan kedua negara agar baik, menguntungkan kedua pihak, demi kepentingan nasional masing-masing negara,” kata Juru Bicara Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak, ketika dikonfirmasi, Minggu (11/4/2021).

Dijadwalkan tes penerbangan pertama akan dilakukan pada 2022, dimana proses pengembangan akan selesai pada 2026. Saat pengembangan selesai, Korea Selatan akan menjadi negara ke-13 yang telah mengembangkan pesawat tempurnya sendiri.

Usai peresmian jet KF-21 Boramae itu, Menteri Luar Negeri Korea Selatan (Korsel) Chung Eui-yong dan Menteri Pertahanan Indonesia Prabowo Subianto sepakat untuk melanjutkan kerja sama dalam proyek jet tempur bersama. Disebutkan bahwa kesepakatan tersebut menjadi simbol kepercayaan antar kedua negara.

“Para menteri sepakat untuk melakukan upaya bersama untuk terus memajukan kerja sama substansial yang saling menguntungkan, seperti proyek pengembangan jet tempur KF-X / IF-X bersama, berdasarkan kepercayaan yang dalam antara Korea Selatan dan Indonesia sebagai mitra strategis khusus,” demikian disebutkan Kementerian Luar Negeri Korea Selatan dalam sebuah pernyataan.

Pada hari yang sama, Prabowo bertemu dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, yang menegaskan kembali hubungan antara Korea dan Indonesia, yang merupakan satu-satunya negara di Asia yang menjalin kemitraan strategis dengan Seoul.

“Kerja sama untuk membangun jet tempur menunjukkan tingkat kepercayaan tertinggi antara kedua pemerintah, dan kami bertemu hari ini untuk menindaklanjuti komitmen tersebut,” kata Moon. Prabowo menanggapi Moon dengan janji akan membantu menjalin hubungan yang lebih kuat.

Sejak 2010 Indonesia dan Republik Korea telah menandatangani MoU tentang kerjasama pengembangan pesawat tempur KF-X dan IFX untuk memenuhi kebutuhan alutsista berupa pesawat tempur kedua negara dalam waktu 30 hingga 40 tahun ke depan. Dalam perjanjian itu, Indonesia setuju menanggung 20 persen dari total biaya proyek senilai 8,8 triliun won (Rp 113 triliun) namun dilaporkan menunda ratusan juta dolar untuk iuran proyek ini.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia sempat bernegosiasi ulang terkait proyek pengembangan jet tempur dengan Korea Selatan pada 2017. Pemerintah Korsel belum menyepakati permintaan terkait penurunan cost share Indonesia dari 20 persen menjadi 15 persen, namun hanya memperoleh pengurangan menjadi 18,8 persen.

Sementara itu, belum disebutkan hasil renegosiasi antar kedua belah pihak usai pertemuan di Korea Selatan beberapa hari lalu. (hs/dtk)

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan