Aku Memanggilmu, Tuan | Puisi : Musa Ismail

136

Puisi karya Musa Ismail

Bismillah,
Aku mencintaimu, Tuan
karena cintamu
yang Uhud
yang batu
yang Madinah
yang Mekah, juga Ka’bah
Cintamu mewangi dalam taman surga
Tak redup dalam celaan
Walau tergari oleh kerumunan fitnah

Sikapmu bagai Alif, tak goyah
Suaramu, suara-suara umat
Bersamamu, aku ingin tabah
mendenging dalam telinga-telinga kuasa
yang pekak
yang badak
laksana kuali hitam di dinding rabak

Tulisan Terkait

Rempang: Husnu Abadi

Berita Lainnya

Tuan, tak ingin aku berjarak
Sampai kapan pun, aku ingin selalu mendekat
Mendekapmu dengan rindu Rasul

Aku tetap memanggilmu Tuan
walau Tuan dalam kurungan
Siang malam terkenang-kenang
Revolusi akhlak membayang-bayang
Tuan dengungkan sepanjang zaman
Aku doakan Tuan dalam lindungan
Alhamdulillah.

(di tengah Selat Bengkalis, Kamis, 2 Jumadil Awal 1442 H/17 Desember 2020)

Untuk pemuatan karya sastra (Puisi, Cerpen, Esai Kritik Resensi, Peristiwa Budaya dan tulisan sastra lainnya) silakan dikirim melalui surel: redaksi.tirastimes@gmail.com

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan