

Kutatap dirimu menari-nari di taman
Ingin kugapai, tapi aku tak mampu
Mata hitam kelam menatap jauh
Aku terteguh di depan jendela
Kakiku lemah tak berdaya
Badanku sakit lidah tak berucap
Buluku kusam tak bergairah
Di pojok ruangan, aku tertidur
Aku dipeluk, dicium dan disayang
Jarum infus terpasang dikakiku
Aku tak dapat berlari dan mengeong
Satu kata yang mematikan panleukopenia
Aku percaya dengan kekuatan doa
Semua sudah diatur Yang Kuasa
Terimakasih dokterku,
Terimakasih temanku,
Akhirnya semua bisa kulewati
~
Duri, 6 Desember 2021
Untuk pemuatan karya sastra (Puisi, Cerpen, Pentigraf, Esai, Pantun, Kritik, Resensi, Peristiwa Budaya, dan tulisan sastra lainnya) silakan dikirim melalui surel:
redaksi.tirastimes@gmail.com